Tanjungtv- Dukungan penuh pemerintah desa dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Lombok Utara menjadi penguat utama keberhasilan program pengolahan sampah yang digagas mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram di Desa Akar-akar. Program ini dinilai bukan sekadar kegiatan temporer mahasiswa, melainkan langkah nyata menjawab persoalan sampah desa yang selama ini belum tertangani optimal.
Kepala Desa Akar-akar, Budi Setyo Santoso, secara terbuka mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN yang memanfaatkan TPS3R sebagai pusat pengolahan sampah bernilai. Ia menilai program tersebut mampu mengubah pola lama masyarakat yang cenderung membakar atau menimbun sampah tanpa pengolahan lanjutan.
Menurutnya, TPS3R kini tidak lagi sekadar menjadi tempat penampungan sampah, tetapi mulai berfungsi sebagai ruang edukasi dan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. “Ini yang kami harapkan sejak lama, sampah tidak berhenti sebagai masalah, tapi diolah menjadi manfaat,” demikian pandangan yang berkembang di tingkat desa.
Apresiasi serupa disampaikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Lombok Utara. DLHK menilai kehadiran mahasiswa KKN Unram membawa dampak positif terhadap upaya pengurangan sampah berbasis sumber, sekaligus memperkuat fungsi TPS3R sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah daerah.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan dinas teknis ini dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya fokus pada pengolahan, tetapi juga pada pembentukan kesadaran masyarakat agar terlibat aktif memilah dan mengelola sampah rumah tangga.
Dukungan lintas pihak tersebut membuat program KKN ini berjalan efektif selama periode Desember 2025 hingga Februari 2026. Inovasi pengolahan sampah plastik, organik, hingga limbah rumah tangga lainnya dapat diterima masyarakat karena dilakukan langsung di fasilitas desa dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
DLHK Lombok Utara berharap praktik baik yang tumbuh di Desa Akar-akar dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. Ketika pemerintah desa memberi ruang, mahasiswa membawa inovasi, dan masyarakat ikut terlibat, pengelolaan sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan peluang.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa dukungan pemerintah di tingkat lokal dan daerah memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan program lingkungan. Bagi Desa Akar-akar, kolaborasi ini menjadi langkah awal menuju tata kelola sampah yang lebih bersih, produktif, dan berorientasi jangka panjang.















