Tanjungtv.com – Persiapan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Lombok Utara semakin memanas! Salah satu momen paling ditunggu, yakni Debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, siap digelar pada 30 Oktober 2024 mendatang di Hotel Medana Bay Marina. Lebih dari sekadar ajang adu argumen, debat ini diharapkan mampu menjadi panggung untuk menggali visi dan misi para calon dalam memimpin Lombok Utara lima tahun ke depan.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Utara tidak main-main dalam mempersiapkan debat ini. Dalam rapat koordinasi yang digelar pekan lalu, Ketua KPU KLU menyatakan bahwa profesionalisme dan netralitas akan menjadi kunci utama dalam pelaksanaan debat tersebut. “Kami menghadirkan panelis dari enam perguruan tinggi besar di Indonesia untuk menjaga kualitas debat,” ungkapnya. Panelis tersebut berasal dari Universitas Mataram (Unram), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Trisakti, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kehadiran akademisi dari kampus-kampus ternama ini diharapkan mampu menghadirkan sudut pandang yang berimbang dan kritis.
Debat ini dijadwalkan akan disiarkan langsung pada 9 November 2024 melalui siaran langsung di halaman Kantor KPU Lombok Utara. Penonton bisa menyaksikan langsung bagaimana para kandidat memaparkan visi, misi, dan program kerja mereka, terutama dalam isu-isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat Lombok Utara, seperti pelayanan publik, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial dan ekonomi.
Ketua KPU KLU juga menambahkan, “Panelis kami bukan hanya ahli di bidangnya, tetapi juga sejarawan yang mampu memberikan perspektif luas dalam diskusi. Kami berharap ini akan memantik diskusi yang berbobot dan mencerahkan, terutama di segmen tanya jawab.”
Durasi debat yang mencapai 180 menit ini terbagi menjadi tiga segmen utama, di mana setiap kandidat diberikan waktu untuk menyampaikan program kerja serta menjawab pertanyaan panelis dan dari satu sama lain. KPU juga menegaskan adanya aturan ketat yang harus dipatuhi para calon, seperti durasi jawaban yang dibatasi serta larangan membawa alat peraga kampanye di dalam ruangan.
Dengan aturan ketat dan pemantauan yang ketat, KPU berkomitmen agar debat ini benar-benar fokus pada penyampaian program kerja, bukan ajang adu kekuatan simbolik politik. “Kami tidak ingin debat ini menjadi ajang kampanye terselubung, tetapi ruang bagi masyarakat untuk memahami siapa yang layak memimpin Lombok Utara,” tegas Ketua KPU KLU.
Bagi masyarakat, debat ini menjadi kesempatan emas untuk mengenal lebih dekat calon pemimpin mereka. KPU juga telah memutuskan untuk menggelar debat pada pukul 08.00 WITA, waktu yang dianggap paling ideal agar audiens lebih luas dapat menyaksikan acara tersebut, baik secara langsung maupun melalui siaran streaming.
Para tim sukses dari masing-masing calon kandidat diimbau untuk mematuhi semua aturan yang ditetapkan KPU. Selain menjaga suasana debat yang kondusif, kepatuhan terhadap aturan ini juga diharapkan dapat menjaga stabilitas selama masa kampanye. “Kami ingin debat ini berjalan tertib dan damai. Masyarakat butuh ketenangan untuk merenungkan pilihannya,” tambahnya.
Tak dapat dipungkiri, debat ini menjadi salah satu titik krusial dalam tahapan Pilkada. Masyarakat Lombok Utara sangat menantikan debat tersebut untuk menentukan pilihan mereka pada pemungutan suara nanti. Dengan panelis dari enam perguruan tinggi ternama, KPU berharap debat ini tidak hanya informatif tetapi juga mampu memberikan pencerahan bagi masyarakat Lombok Utara.
Dengan persiapan yang begitu matang, KPU Kabupaten Lombok Utara optimistis bahwa debat calon Bupati dan Wakil Bupati ini akan menjadi ajang penentuan masa depan Lombok Utara yang lebih baik. Tepat pada waktunya, masyarakat akan menyaksikan bagaimana para calon pemimpin ini diuji secara substansial, membuktikan siapa yang layak memimpin daerah menuju kemajuan.















