DLH Lombok Utara Perkuat Aksi Hijau, Kunjungan Gubernur Iqbal Jadi Energi Baru Gerakan Pelestarian Lingkungan

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGTV – Komitmen pelestarian lingkungan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) semakin diperkuat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Utara kini menempatkan agenda rehabilitasi ruang terbuka hijau dan edukasi lingkungan sebagai prioritas utama, seiring kunjungan kerja Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam aksi penanaman pohon di RTH Desa Manggala, Rabu (25/2/2026).

Kehadiran Gubernur menjadi suntikan moral sekaligus penguatan arah kebijakan bagi DLH Lombok Utara. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa kelestarian hutan dan lingkungan bukan sekadar program simbolik, melainkan episentrum pembangunan daerah di tengah ancaman perubahan iklim.

banner 325x300

Kepala DLH Lombok Utara menyampaikan bahwa pihaknya selama ini telah menjalankan sejumlah program strategis, mulai dari penghijauan kawasan publik, penguatan bank sampah, hingga edukasi masyarakat terkait pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Namun, dukungan langsung dari Pemerintah Provinsi NTB dinilai akan mempercepat capaian target tersebut.

“Kunjungan Gubernur menjadi energi baru bagi kami. Ini membuktikan bahwa isu lingkungan mendapat perhatian serius di level provinsi, dan tentu akan kami tindaklanjuti dengan kerja nyata di lapangan,” ujarnya.

DLH Lombok Utara juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. Kabupaten yang menjadi gerbang menuju destinasi wisata tiga gili ini membutuhkan sistem lingkungan yang sehat untuk menopang sektor pariwisata, pertanian, dan kebutuhan air bersih masyarakat.

Dalam arahannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pembangunan tidak akan memiliki makna jika hutan dan ekosistem penopang kehidupan terus mengalami degradasi. Ia mengingatkan bahwa warga perkotaan sekalipun sangat bergantung pada air dan oksigen yang dihasilkan kawasan hutan.

Pesan tersebut selaras dengan program DLH Lombok Utara yang saat ini memperkuat pendekatan edukatif kepada masyarakat. Selain melakukan pengawasan, DLH mendorong lahirnya kesadaran kolektif agar masyarakat memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Menurut DLH, strategi komunikasi menjadi kunci. Pendekatan persuasif dinilai lebih efektif dibandingkan tindakan represif semata, terutama dalam mencegah perambahan kawasan hijau dan kerusakan lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga memberikan motivasi kepada jajaran Polisi Hutan (Polhut) yang menjadi garda terdepan penjaga kawasan hutan. Dukungan itu diharapkan dapat bersinergi dengan program DLH Lombok Utara dalam menjaga ruang terbuka hijau dan kawasan resapan air.

DLH Lombok Utara menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, aparat kehutanan, dan masyarakat adalah fondasi utama menjaga masa depan lingkungan di daerah ini. Apalagi, tantangan perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan masyarakat.

Dengan penguatan dari Pemerintah Provinsi NTB dan komitmen berkelanjutan dari DLH Lombok Utara, gerakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Lombok Utara diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi gerakan kolektif yang mengakar demi keberlanjutan generasi mendatang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *