Tanjungtv.com – DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam waktu dekat akan membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis yang dinilai penting bagi tata kelola pemerintahan daerah. Pembahasan akan dilakukan secara mendalam oleh panitia khusus (pansus) yang segera dibentuk.
Ketiga raperda tersebut yaitu Raperda Kerja Sama Daerah, Raperda Penyelenggaraan, Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah Domestik, serta Raperda Perubahan Kedua atas Perda Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.
Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menjelaskan, Raperda Kerja Sama Daerah menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah dan kemitraan dengan pihak ketiga dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah dituntut untuk berinovasi, mempercepat layanan publik, dan melakukan efisiensi anggaran melalui kerja sama strategis. Kebijakan lokal saja tidak cukup,” ujarnya.
Sementara itu, Raperda tentang Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah Domestik disusun sebagai payung hukum baru untuk perbaikan sanitasi. Kusmalahadi mengakui, kondisi sanitasi di Lombok Utara masih belum layak.
“Dengan pertumbuhan penduduk dan tekanan pembangunan sebagai destinasi wisata, kita perlu sistem pengelolaan air limbah yang terpadu, baik terpusat maupun setempat,” terangnya.
Ia menegaskan, target sanitasi nasional menuntut daerah mencapai 95 persen akses layak dan 11 persen akses aman, sehingga regulasi baru ini menjadi kebutuhan mendesak.
Adapun Raperda Perubahan Kedua atas Perda Nomor 15 Tahun 2016 disusun untuk menyesuaikan tipologi perangkat daerah sesuai validasi Pemprov NTB. Dua OPD yang akan mengalami peningkatan tipologi adalah Sekretariat DPRD dari Tipe C ke B dan Dinas Kesehatan dari Tipe B ke A. Selain itu, raperda ini juga menyiapkan pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagaimana amanat Perpres Nomor 78 Tahun 2021.
“Penyesuaian kelembagaan bukan sekadar perubahan struktur, tetapi langkah untuk memastikan layanan publik lebih responsif dan organisasi pemerintahan lebih adaptif terhadap tantangan ke depan,” tegas Kusmalahadi.















