DPRD KLU Kawal Pemulihan Rumah Adat Bayan Timur, Dana BTT Diusulkan Jadi Solusi Cepat

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Komitmen pemulihan pascakebakaran Rumah Adat Bayan Timur di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, kini mendapat pengawalan serius dari DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU). Lembaga legislatif itu mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan memanfaatkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai solusi percepatan pembangunan kembali.

Wakil Ketua DPRD KLU, Hakamah, menegaskan bahwa anggaran BTT tahun 2026 sebesar Rp3,12 miliar dinilai cukup fleksibel untuk disisihkan demi membangun kembali bangunan adat yang rusak, termasuk membantu warga terdampak.

banner 325x300

“Atas nama lembaga DPRD KLU, kami mendorong supaya segera dibangun kembali lewat dana BTT. Anggaran itu bisa disisihkan untuk membangun Rumah Adat Bayan yang rusak dan memberikan bantuan rumah kepada Pak Raden Safardi,” ujarnya, Sabtu (21/2).

Hakamah mengaku telah turun langsung meninjau lokasi di Dusun Bayan Timur guna memastikan tingkat kerusakan sekaligus mendata kebutuhan mendesak. Berdasarkan hasil pengecekan, kebakaran berdampak pada Bale Beleq Timuk Orong, satu rumah penyunat, satu lumbung padi, serta satu unit rumah milik Raden Safardi.

Menurutnya, percepatan pemulihan bukan sekadar membangun ulang fisik bangunan, tetapi juga menjaga marwah kawasan adat Bayan sebagai salah satu pusat budaya di Lombok Utara.

“Kerusakan ini harus segera ditangani. Kami minta pemda cepat memberikan bantuan,” tegasnya.

Sebagian benda budaya yang tersimpan di Bale Beleq Timuk Orong dilaporkan masih dapat diselamatkan. Namun, rumah milik Raden Safardi mengalami kerusakan cukup parah, termasuk perabot rumah tangga seperti kulkas, lemari, kursi, dan tempat tidur.

DPRD KLU juga telah melaporkan peristiwa tersebut ke pusat. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV yang membawahi pelestarian cagar budaya di Bali dan NTB dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan lanjutan.

“Semoga dari pusat nanti ada bantuan tambahan untuk mendukung pemulihan ini,” tambahnya.

Peristiwa kebakaran terjadi pada Kamis (19/2) sekitar pukul 13.00 WITA. Bale Beleq Timuk Orong, yang merupakan salah satu bangunan bersejarah di kawasan budaya Desa Bayan, terbakar bersama satu unit rumah warga. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting arus listrik.

Aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mendalami penyebab pasti kebakaran. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp800 juta untuk Bale Beleq Timuk Orong beserta isinya, serta sekitar Rp350 juta untuk rumah warga terdampak.

Langkah cepat yang diusulkan DPRD KLU ini diharapkan menjadi titik awal percepatan pemulihan, sehingga kawasan adat Bayan dapat kembali berdiri kokoh sebagai simbol warisan budaya masyarakat Lombok Utara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *