Tanjungtv.com — Dayan Gunung Research Center (DRC) resmi hadir sebagai lembaga riset swasta pertama di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kehadiran DRC pada tahun 2026 tidak hanya memperkuat budaya riset di daerah, tetapi juga membuka ruang pembinaan generasi peneliti muda lokal.
Wakil Direktur DRC, Zulhadi, menjelaskan bahwa lembaga ini dihuni oleh pemuda-pemuda KLU yang aktif di dunia akademik dan praktik profesional. Dalam waktu dekat, DRC akan meluncurkan kelas riset yang ditujukan bagi mahasiswa dan pemuda daerah guna meningkatkan kemampuan metodologi penelitian.
“DRC lahir sebagai wadah akademik bagi pemuda KLU. Kami ingin membangun tradisi riset sejak dini agar pembangunan daerah ke depan semakin berbasis kajian ilmiah,” ujar Zulhadi.
Ia menilai, Lombok Utara memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti ekonomi, sosial, budaya, dan tata kelola pemerintahan, yang membutuhkan kajian ilmiah mendalam. Selama ini, kekosongan lembaga riset lokal menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan kebijakan berbasis data.
Keberadaan DRC mendapat sambutan positif dari Sekda KLU, Sahabudin, saat menerima silaturahmi pengurus DRC di ruang kerjanya, Rabu (4/2). Dalam pertemuan tersebut, pengurus DRC memaparkan visi, program, dan rencana penguatan kapasitas riset di daerah.
“Saya mengapresiasi berdirinya DRC sebagai lembaga riset swasta pertama di Lombok Utara. Ini menunjukkan daerah kita memiliki sumber daya manusia yang mumpuni di bidang penelitian,” kata Sahabudin.
Ia menambahkan, banyak akademisi asal KLU yang selama ini berkiprah di luar daerah. Kehadiran DRC dinilai sebagai ruang pengabdian bagi putra-putri daerah untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan Lombok Utara.
Ke depan, DRC diharapkan tidak hanya menjadi pusat kajian, tetapi juga motor penggerak lahirnya peneliti-peneliti muda yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan dan inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan daerah.















