Tanjungtv.com – Proyek besar yang telah lama dinantikan warga Kabupaten Lombok Utara (KLU) akhirnya akan segera dimulai. Pembangunan Jalan Lingkar Utara (Jalinkra) akan resmi dikerjakan pada tahun ini dengan anggaran yang cukup fantastis. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) KLU, Sahgiwan, mengumumkan bahwa tahap awal pembangunan Jalinkra akan menggunakan APBD sebesar Rp 4,6 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk pengerjaan perkerasan jalan sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar 7 meter, yang dimulai dari Pantai Impos, Tanjung.
“Prosesnya sudah memasuki tahap lelang. Jika semua berjalan lancar, pengerjaan perkerasan jalan berupa pengaspalan standar kabupaten akan dimulai pada November mendatang,” ujar Sahgiwan pada Selasa (22/10). Ia menambahkan bahwa proyek ini diharapkan selesai dalam waktu satu bulan, mengingat medannya datar dan tidak memerlukan rekayasa teknis yang rumit.
Meski hanya tahap awal, pembangunan Jalinkra ini memancarkan optimisme di kalangan warga KLU, khususnya di wilayah pesisir utara yang selama ini minim infrastruktur jalan. Sahgiwan menjelaskan bahwa proyek ini merupakan langkah awal yang berani, meski dengan dana terbatas. “Pemerintah KLU harus memulai, meski anggaran saat ini terbatas. Kami berharap pemerintahan berikutnya dapat melanjutkan pembangunan hingga lima kilometer lagi serta membangun dua jembatan penting yang akan dibutuhkan.”
Namun, pembangunan Jalinkra tidak sepenuhnya berjalan tanpa tantangan. Sahgiwan menyebut bahwa proyek besar ini akan membutuhkan dana total sekitar Rp 700 miliar, dengan Rp 400 miliar di antaranya dialokasikan untuk pembangunan empat jembatan yang harus dibangun di sepanjang jalur jalan tersebut. “Pembangunan jembatan ini yang akan menyedot anggaran besar. Kalau hanya jalan, kita perkirakan bisa selesai dengan Rp 200 miliar,” jelasnya.
Proyek yang direncanakan akan membentang sepanjang 10,5 kilometer dengan lebar 20 meter ini sebenarnya telah dirancang sejak lebih dari 10 tahun lalu. Lahan untuk pembangunan sudah dibebaskan sejak lama, namun karena keterbatasan anggaran, pembangunan Jalinkra belum juga terealisasi hingga tahun ini.
Jalinkra dirancang untuk mengambil jalur pesisir pantai utara, mulai dari Desa Medana di Kecamatan Tanjung hingga Desa Segara Katon di Kecamatan Gangga. Jarak antara jalur jalan dan bibir pantai berkisar antara 100 hingga 300 meter, menjadikan Jalinkra sebagai salah satu akses vital bagi pengembangan ekonomi dan pariwisata di kawasan ini.
Namun, persoalan dana tidak hanya berhenti pada anggaran daerah. Janji dana dari pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan Jalinkra masih menjadi tanda tanya besar. Sahgiwan mengakui adanya pesimisme bahwa dana dari pusat akan turun dalam waktu dekat, mengingat pergantian pemerintahan yang telah terjadi. Selain itu, status Jalinkra yang saat ini masih “non-status” membuat proyek ini tidak masuk prioritas nasional.
“Pemerintah pusat tentu akan lebih memprioritaskan pembangunan jalan nasional yang sudah ada. Sementara Jalinkra masih dalam status non-status. Jika proyek ini diserahkan kepada pemerintah pusat, mereka pasti akan berpikir dua kali karena jalan ini masih berupa tanah dan membutuhkan jembatan yang besar. Ini bisa mengganggu kemantapan jalan nasional mereka,” ungkap Sahgiwan dengan nada khawatir.
Meskipun demikian, Pemda KLU tetap optimis untuk terus mendorong pembangunan Jalinkra, termasuk dengan rencana menjadikannya jalan kabupaten untuk mendapatkan dukungan lebih besar. Pembangunan Jalinkra diyakini akan membuka akses baru yang dapat mempercepat pengembangan wilayah pesisir utara dan meningkatkan perekonomian daerah melalui jalur yang lebih baik bagi wisatawan maupun penduduk lokal.
“Jalan ini sangat penting untuk pengembangan wilayah pesisir dan pariwisata di Lombok Utara. Kami harap pemerintah pusat tetap mempertimbangkan dukungan, karena Jalinkra ini bukan hanya kepentingan lokal, tapi juga bisa menjadi salah satu aset pariwisata unggulan di NTB,” tutup Sahgiwan.
Kini, masyarakat KLU menunggu dengan antusiasme besar akan realisasi proyek yang telah lama dinantikan ini. Semua mata tertuju pada tahap awal pembangunan Jalinkra dan bagaimana kelanjutannya di masa mendatang.















