Tanjungtv.com – Dalam langkah berani yang menggetarkan dunia hukum, Mahkamah Agung (MA) meluncurkan operasi besar-besaran untuk memperkuat integritas peradilan. Lebih dari 199 hakim dan 68 panitera dipindahkan dalam mutasi terbesar dalam sejarah Indonesia. Langkah ini bukan sekadar rotasi biasa, melainkan revolusi putih untuk membersihkan institusi peradilan dari praktik-praktik tak terpuji.
Pembersihan Total: Hakim-Hakim Kunci Dipindahkan
Mutasi ini menyasar sejumlah hakim yang terlibat dalam kasus kontroversial, termasuk Eko Aryanto, salah satu hakim yang memvonis Harvey Moeis dengan hukuman lebih ringan dari tuntutan. Eko kini dipindahkan ke PN Sidoarjo, sementara hakim lain seperti I Dewa Gede Suarditha harus merasakan rotasi terjauh—dari Surabaya ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Tak hanya hakim, panitera juga tak luput dari pemutusan ini. Ketua MA Sunarto menegaskan bahwa langkah ini adalah penyegaran total untuk membangkitkan semangat baru di tubuh peradilan. “Ini adalah momentum untuk memperkuat kepercayaan publik,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Dukungan Luas dari DPR dan Komisi Yudisial
Langkah MA ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Wakil Ketua DPR Adies Kadir menyebut mutasi ini sebagai “pukulan telak bagi mafia peradilan”. Sementara itu, Komisi Yudisial (KY) melalui Mukti Fajar Nur Dewata menyatakan dukungan penuh, menegaskan bahwa ini adalah upaya serius untuk memulihkan martabat hukum Indonesia.
Kejagung Beraksi: Rp5,5 Miliar dan Kapal Pesiar Disita!
Di balik layar, Kejaksaan Agung (Kejagung) terus membongkar praktik suap yang menggerogoti keadilan. Dalam penggerebekan terbaru, penyidik menemukan USD 360.000 (setara Rp5,5 miliar) tersimpan rapi di bawah kasur rumah salah satu hakim terdakwa, Ali Muhtarom. Uang tersebut diduga kuat terkait kasus korupsi minyak sawit mentah (CPO) yang menggemparkan publik.
Tak hanya itu, Kejagung juga menyita kapal pesiar milik seorang advokat yang terlibat dalam jaringan suap. “Ini bukti bahwa kami tidak main-main dalam memberantas mafia hukum,” tegas Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar.
Era Baru Peradilan Indonesia: Lebih Bersih, Lebih Kuat
Langkah besar MA dan Kejagung ini bukan sekadar pembersihan, melainkan kelahiran kembali peradilan Indonesia. Dengan dukungan penuh dari DPR, KY, dan masyarakat, revolusi putih ini diharapkan menjadi titik balik menuju sistem hukum yang lebih adil dan berwibawa.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari peradilan yang lebih bersinar,” tandas Sunarto. Dan Indonesia pun menyambut era baru dengan penuh harap.
🔥 #RevolusiPutihMA 🔥 #PeradilanBersih 🔥 #IndonesiaBangkit















