Golkar Abstain, Demokrat dan PPR Berani Berbeda, Hak Interpelasi NTB Memicu Debat Politik Paling Seru Tahun Ini!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Rapat paripurna usulan hak interpelasi di DPRD NTB memasuki babak kedua dengan dinamika yang memantik perhatian publik. Lima fraksi—Gerindra, PKS, PPP, PKB, dan fraksi gabungan ABNR—tegas menolak usulan tersebut, sementara dua fraksi lain, Demokrat dan Persatuan Perjuangan Restorasi (PPR), justru mengambil sikap berbeda dengan mendukung. Di tengah polarisasi itu, Fraksi Golkar memilih jalan tengah: abstain, tidak menolak tetapi juga tidak secara resmi mendukung.

BACA JUGA : Fraksi Gerindra DPRD NTB Dorong Transformasi Birokrasi, Efisiensi OPD untuk Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Akuntabel

banner 325x300

Wakil Ketua DPRD NTB, Yek Agil, memastikan proses berjalan lancar meski diwarnai perbedaan pendapat. “Kita sudah dewasa dalam berpolitik. Apa pun hasilnya nanti, semua pihak pasti legawa,” ujarnya, menekankan semangat demokrasi yang sehat. Paripurna ketiga akan menjadi penentu, dengan opsi voting yang masih diperdebatkan—apakah terbuka atau tertutup.

Yang menarik, sikap Golkar justru menjadi sorotan. Ketua Fraksi Golkar, Hamdan Kasim, menegaskan bahwa abstain bukan berarti fraksinya terpecah, melainkan hasil kesepakatan internal. “Kami sangat menghormati usulan hak interpelasi ini,” tegasnya. Juru bicara fraksi, Megawati Lestari, menambahkan bahwa Golkar mendukung upaya perbaikan pengelolaan anggaran, meski mekanisme lain juga bisa dipertimbangkan.

Di sisi lain, fraksi pendukung interpelasi—Demokrat dan PPR—tampil percaya diri. Mereka bersikukuh bahwa langkah ini diperlukan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah. “Ini bukan sekadar persoalan politik, tapi tentang memastikan rakyat tidak dirugikan,” ujar salah satu anggota fraksi pendukung.

Pembahasan hak interpelasi ini dinilai sebagai ujian kedewasaan politik di NTB. Jika biasanya isu seperti ini memicu ketegangan, kali ini justru menunjukkan bagaimana perbedaan bisa dikelola dengan elegan. Hasil akhirnya akan ditentukan di paripurna ketiga, tetapi satu hal sudah jelas: proses ini membuktikan bahwa demokrasi di NTB hidup dan berdenyut!

Bagaimana reaksi netizen? Media sosial ramai membahas langkah berani Demokrat dan PPR, sementara netizen memuji Golkar yang dianggap “tidak ikut-ikutan”. Satu hal pasti: ini jadi bahan diskusi paling panas sejak lama!

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *