Tanjungtv.com – Indonesia mencatat sejarah baru dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Komisi Nasional Disabilitas (KND) untuk memastikan layanan haji yang benar-benar inklusif. Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan aksi nyata mewujudkan tagline “Haji Ramah Lansia dan Disabilitas” dengan pendekatan holistik.
BACA JUGA : Gubernur NTB kejutkan Publik dengan Langkah Revolusioner, Gedung DPRD Bakal Dibenahi,
Deka Kurniawan, Wakil Ketua KND, menegaskan bahwa penyandang disabilitas berhak mendapatkan pengalaman ibadah haji yang utuh, tanpa dikurangi hanya karena keterbatasan fisik atau mental. “Mereka ingin menunaikan rukun haji secara sempurna, sama seperti jemaah lainnya. Bukan belas kasihan yang mereka butuhkan, tapi akomodasi dan pendampingan yang tepat,” tegas Deka dalam pelatihan calon petugas haji.
Pelatihan ini bukan sekadar materi teknis, tapi transformasi mindset. Petugas diajarkan untuk menghindari sikap ablisme—anggapan bahwa disabilitas membuat seseorang tidak layak mendapat standar pelayanan maksimal. Fatimah Asri Mutmainah, anggota KND sekaligus penyandang disabilitas, membagikan pengalaman langsung: “Hambatan terbesar bukan fisik, tapi sikap masyarakat yang ragu membantu karena takut salah.”
Tahun ini, 457 jemaah disabilitas akan berangkat ke Tanah Suci. Meski hanya 23 yang mendapat pendamping resmi, Kemenag memastikan seluruh petugas siap membantu—termasuk bagi yang didampingi keluarga. “Jangan lepas tangan hanya karena mereka bersama keluarga. Setiap jemaah berhak dapat dukungan penuh,” pesan Fatimah.
Inisiatif Kemenag ini juga mencakup pengalaman pelayanan disabilitas sebagai kriteria seleksi petugas haji. Langkah ini dinilai sebagai terobosan monumental, terutama menjelang transisi pengelolaan haji ke BP Haji. Deka optimis: “Jika konsisten, Indonesia bisa jadi contoh haji inklusif di level global.”
Dari pelatihan hingga kebijakan, semangat kolaborasi Kemenag dan KND membuka era baru: haji bukan lagi tentang fisik sempurna, tapi tentang kesempatan yang setara untuk setiap muslim meraih panggilan Ilahi. Inilah haji yang sesungguhnya—tanpa diskriminasi, tanpa batas.















