Harga Beras Melonjak di Lombok Timur, Warga Cemas, Pasar Memanas!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Kenaikan harga beras mulai terasa di berbagai pasar di Lombok Timur dalam beberapa hari terakhir, khususnya untuk jenis beras medium. Fenomena ini langsung menyita perhatian Dinas Perdagangan setempat yang bergerak cepat agar mitra Badan Urusan Logistik (Bulog), terutama Rumah Pangan Kita (RPK), tidak menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET). Dinas mengingatkan pentingnya menjaga kestabilan harga agar tidak membebani masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Maksin, mengonfirmasi adanya kenaikan harga beras di sejumlah pasar, namun menekankan bahwa kenaikan tersebut masih tergolong ringan. “Dari laporan beberapa pasar, memang ada kenaikan harga, terutama untuk beras medium. Namun, kenaikannya tidak terlalu signifikan,” ujarnya kepada awak media.

banner 325x300

Saat ini, HET untuk beras jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) juga mengalami penyesuaian. Sebelumnya dijual dengan harga Rp 10.400 per kilogram, kini harganya naik menjadi Rp 10.800 per kilogram. Meski demikian, beberapa RPK diketahui menjual dengan selisih Rp 200 lebih tinggi dari HET, akibat biaya transportasi yang harus ditanggung oleh mereka yang mengambil beras langsung dari gudang Bulog.

RPK Diberi Peringatan Keras: Jangan Jual Mahal!

Dinas Perdagangan Lombok Timur mendesak agar Bulog memberikan imbauan tegas kepada para mitra, terutama RPK, untuk tetap mematuhi ketentuan harga yang rasional. Faktor seperti biaya transportasi dan operasional tentu harus dipertimbangkan, namun harga jual beras tidak boleh melebihi batas yang wajar, apalagi di tengah kenaikan yang sedang terjadi. Masyarakat harus diutamakan!

Di beberapa pasar, harga beras medium yang tadinya berkisar Rp 12.000 per kilogram kini mengalami lonjakan, mencapai Rp 12.300 hingga Rp 12.500 per kilogram. Salah satu penyebab utamanya adalah banyaknya pedagang yang mendatangkan beras dari Lombok Tengah (Loteng), yang pada akhirnya membuat harga jual menjadi lebih tinggi.

Stok Berkurang, Panen Terlambat: Harga Diprediksi Stabil

Kondisi stok beras di Lombok Timur saat ini juga memperparah situasi, mengingat wilayah tersebut belum memasuki musim panen padi. Kebutuhan beras masyarakat yang terus meningkat menciptakan tekanan tambahan di pasar, yang berujung pada kenaikan harga. “Ini hukum pasar. Ketika stok menipis dan permintaan meningkat, harga pasti naik,” jelas Maksin.

Namun, ia juga memastikan bahwa kenaikan harga ini tidak akan berlangsung lama, mengingat beberapa wilayah di Lombok Timur, terutama bagian utara yang merupakan daerah tadah hujan, sudah mulai memasuki musim panen. “Insyaallah, harga tidak akan melonjak terlalu tinggi dan kenaikan ini tidak akan lama. Daerah-daerah dengan sumber air yang melimpah sudah mulai panen,” tambahnya.

Operasi Pasar: Antisipasi Lonjakan Lebih Lanjut

Sebagai upaya menstabilkan harga, Dinas Perdagangan Lombok Timur bekerja sama dengan Bulog telah melancarkan operasi pasar di sejumlah desa dan pasar. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga lebih lanjut dan memastikan pasokan beras tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama kalangan kurang mampu. Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan, Saiful Wathan, menjelaskan bahwa operasi pasar ini sudah berlangsung sejak dua hari lalu.

Dalam operasi pasar ini, setiap pembeli hanya diizinkan membeli maksimal 10 kilogram beras untuk mencegah praktik penimbunan atau penyalahgunaan oleh pihak yang ingin mengambil keuntungan. “Kami batasi pembeliannya agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pedagang yang ingin menjual kembali dengan harga lebih tinggi,” ujar Saiful dengan tegas.

Operasi Pasar untuk Warga Miskin, Bukan untuk Pedagang!

Saiful juga menegaskan bahwa operasi pasar ini benar-benar ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan. Tidak akan ada toleransi bagi pedagang yang mencoba memanfaatkan operasi pasar ini untuk membeli beras dan kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi. “Kami sangat ketat dalam hal ini, operasi pasar ini murni untuk membantu masyarakat miskin. Tidak ada pedagang yang boleh bermain-main, dan kami akan awasi ketat agar tidak ada yang menyuruh orang lain membeli atas nama mereka,” imbuhnya.

Dinas Perdagangan berharap dengan adanya operasi pasar ini, serta penegakan harga yang sesuai oleh mitra Bulog seperti RPK, harga beras di Lombok Timur dapat segera kembali stabil dan terjangkau oleh masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga yang wajar di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

Dengan adanya penanganan yang cepat dari Dinas Perdagangan, diharapkan gejolak harga beras tidak akan berkepanjangan dan kondisi ekonomi masyarakat dapat segera pulih kembali.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *