Hasi Otopsi santriwati al-aziziah Telah Diterima, Tapi Masih Menunggu Klarifikasi Ahli Forensik

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Kasus dugaan penganiayaan terhadap santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Aziziyah, Nurul Izzati (13), terus menjadi perhatian publik. Meski hasil otopsi terhadap jenazah Nurul Izzati telah diterima oleh pihak kepolisian, namun hasil tersebut belum dipublikasikan secara lengkap. Penyidik dari Satreskrim Polresta Mataram menyatakan bahwa klarifikasi dari ahli forensik masih diperlukan untuk memastikan penyebab kematian santriwati asal Nusa Tenggara Timur ini.

Kasatreskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama, menyampaikan bahwa proses penyidikan terhadap kasus ini masih berjalan. “Kami sudah menerima hasil otopsi secara tertulis. Namun, kami belum bisa mempublikasikannya karena masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari ahli forensik,” ujarnya, Senin (14/10). Yogi menambahkan bahwa pihaknya ingin memastikan semua aspek teknis dan medis terkait penyebab kematian Nurul Izzati sebelum memberikan informasi resmi kepada publik.

banner 325x300

Nurul Izzati meninggal dunia pada Sabtu (29/6), setelah sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Raden Soedjono, Lombok Timur. Penyidik Polresta Mataram berkomitmen untuk mengusut kasus ini secara mendalam. Hingga saat ini, sekitar 50 saksi telah diperiksa, termasuk pengurus Ponpes Al-Aziziyah dan sejumlah santriwati yang dekat dengan almarhumah.

Yogi juga menjelaskan bahwa proses otopsi dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mencari tahu penyebab pasti kematian Nurul Izzati. Meskipun hasil tertulis otopsi telah ada, pihaknya tetap membutuhkan keterangan dari ahli forensik yang langsung melakukan otopsi terhadap jenazah. “Ada beberapa hal teknis yang harus dipastikan. Kami juga harus mempertimbangkan apakah ada indikasi penganiayaan dalam kasus ini,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil kembali beberapa pihak terkait untuk memberikan keterangan tambahan. Termasuk dalam agenda pemeriksaan adalah ketua yayasan, pengasuh pondok pesantren, dan sejumlah staf kesehatan dari Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) yang sempat menangani Nurul Izzati sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Kami harus mendalami lebih lanjut SOP yang berlaku di ponpes, mulai dari izin kegiatan hingga penanganan awal terhadap korban. Pemeriksaan pihak Poskestren juga akan dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap terkait perawatan medis yang diterima almarhumah,” kata Yogi.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, pihak Ponpes Al-Aziziyah melalui pengasuhnya, Amiruddin, menegaskan siap bekerjasama penuh dengan pihak kepolisian. “Kami terbuka untuk bekerjasama dan berharap agar misteri ini segera terungkap. Kami juga ingin kejelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada santriwati kami,” ujar Amiruddin.

Meski proses penyidikan terbilang kompleks dan melibatkan banyak pihak, penyidik Polresta Mataram berjanji akan tetap mengedepankan transparansi dalam menangani kasus ini. “Kami berharap semua proses berjalan lancar dan bisa segera mengungkap kebenaran atas kematian Nurul Izzati,” tutup Yogi.

Kasus ini terus mendapat perhatian publik, terutama keluarga almarhumah yang berharap keadilan segera ditegakkan. Klarifikasi dari ahli forensik menjadi kunci penting dalam mengungkap fakta yang sesungguhnya terjadi pada Nurul Izzati.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *