Tanjungtv.com – Pencabutan izin pengelolaan air laut menjadi air tawar oleh PT Tiara Citra Nirwana (TCN) di Gili Trawangan yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memicu keresahan besar di kalangan masyarakat dan pelaku usaha. Pasalnya, PT TCN adalah satu-satunya pemasok air bersih di Gili Trawangan, yang sangat bergantung pada pasokan air tawar dari konversi air laut.
Kekhawatiran ini beralasan, karena jika distribusi air terhenti, akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan bisnis di pulau yang menjadi tujuan wisata internasional tersebut. Menanggapi situasi ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (Pemda KLU) bergerak cepat mencari solusi untuk memastikan pasokan air tetap berjalan dan menghindari krisis yang lebih besar.
Bupati KLU, Djohan Sjamsu, dalam pertemuan dengan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) pada Rabu (16/10), menegaskan komitmen pemerintah untuk segera menanggulangi masalah ini. “Pertemuan hari ini kita laksanakan untuk menjawab keresahan masyarakat. Langkah pertama yang akan kita ambil adalah memastikan distribusi air bersih tidak macet,” kata Djohan.
Pemda KLU juga telah bersurat kepada Pemerintah Provinsi NTB untuk diteruskan ke KKP, dengan harapan pencabutan izin PT TCN dapat ditinjau kembali. Djohan mengungkapkan bahwa ia telah menginstruksikan Direktur Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung dan Asisten II untuk melakukan pertemuan langsung dengan KKP di Jakarta guna menyampaikan kekhawatiran masyarakat terkait dampak pencabutan izin ini.
Hingga saat ini, distribusi air bersih di Gili Trawangan masih berjalan, meskipun status izin TCN sedang dalam tahap peninjauan. Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak khawatir akan terhentinya pasokan air dalam waktu dekat. “Kita sedang mengupayakan yang terbaik bagi masyarakat Gili Trawangan,” tegas Djohan.
Selain Gili Trawangan, kekhawatiran juga menyelimuti Gili Meno. Saat ini, pasokan air bersih ke pulau tersebut masih menggunakan kapal dan diperkirakan akan terhenti pada akhir bulan ini. Untuk mengatasi situasi ini, Pemda KLU berencana melakukan pengeboran air tanah sebagai solusi sementara, hingga instalasi TCN di Gili Meno rampung dan mendapatkan izin operasi. “Kita tidak ingin terus-menerus melakukan pengeboran air karena dampaknya terhadap lingkungan sangat buruk, namun ini solusi sementara,” jelas Djohan.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Didik Putra Kuncoro, turut menenangkan masyarakat dengan meminta mereka untuk tidak panik. Ia menegaskan bahwa situasi di Gili Trawangan dan Gili Meno masih aman dan kondusif, serta meminta masyarakat untuk terus menjaga ketertiban. “Kami dari kepolisian mendukung penuh kebijakan pemerintah daerah dan akan memastikan keamanan di wilayah tersebut tetap terjaga,” ucapnya.
Dalam menghadapi krisis ini, Pemda KLU terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi jangka panjang yang dapat menjamin distribusi air bersih di kawasan Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air). Sementara itu, masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan bersabar hingga ada keputusan final terkait status izin PT TCN dan solusi lain yang sedang diupayakan pemerintah.
Diharapkan, dengan langkah-langkah cepat yang diambil Pemda KLU, krisis air ini tidak akan berdampak besar pada kehidupan masyarakat dan kelangsungan sektor pariwisata di Gili Trawangan yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.















