Janji Dana Hibah Desa Iqbal-Dinda: Rp300 Juta hingga Rp500 Juta per Desa Setiap Tahun, Dorong Pembangunan Desa di NTB

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhamad Iqbal-Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda), menjanjikan program unggulan berupa dana hibah sebesar Rp300 juta hingga Rp500 juta per desa/kelurahan setiap tahun jika terpilih pada Pilgub NTB 2024. Janji ini, yang merupakan bagian dari visi misi mereka, diyakini akan berdampak besar terhadap pembangunan desa-desa di NTB.

Dengan jumlah desa/kelurahan di NTB sebanyak 1.140, dana yang dibutuhkan berkisar antara Rp306,3 miliar hingga Rp510,5 miliar per tahun. Jumlah yang besar ini, menurut tim kampanye Iqbal-Dinda, tidak hanya dapat dipenuhi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB, tetapi juga akan didukung oleh dana tambahan dari pemerintah pusat.

banner 325x300

Juru bicara pasangan ini, Adhar Hakim, menjelaskan bahwa program hibah ini akan menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan visi program “Desa Berdaya” yang mereka tawarkan. “Kami telah melakukan perhitungan mendalam, dan angka Rp500 miliar ini realistis untuk ditangani, mengingat kemampuan fiskal daerah NTB yang mencapai Rp6,1 triliun,” ujar Adhar Hakim saat konferensi pers, kemarin.

Menurut Adhar, janji hibah desa ini tidak hanya sebatas bantuan finansial, tetapi juga sebagai bagian dari program yang lebih besar untuk memberdayakan desa-desa di seluruh NTB. Melalui hibah ini, setiap desa dan kelurahan akan memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam mengembangkan potensi lokal, baik dalam sektor ekonomi, infrastruktur, maupun pemberdayaan masyarakat.

“Salah satu fokus kami adalah memberikan ruang bagi desa-desa untuk memaksimalkan potensi mereka. Hibah ini akan digunakan untuk program-program produktif yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat desa, termasuk peningkatan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi lokal, serta penguatan kapasitas desa dalam berbagai sektor,” tambah Adhar.

Selain itu, Adhar menegaskan bahwa program dana hibah ini tidak akan bergantung sepenuhnya pada APBD NTB. Pasangan Iqbal-Dinda, melalui jejaring mereka dengan pemerintah pusat, akan menarik sumber-sumber dana tambahan dari berbagai program nasional yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.

“Iqbal adalah kader Gerindra, dan ruang penyamaan persepsi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah ini akan sangat mungkin diwujudkan. Kami akan memaksimalkan potensi dana dari pusat untuk mendukung program-program pembangunan desa di NTB,” kata Adhar.

Saat disinggung mengenai kewenangan desa yang berada di bawah pemerintah kabupaten/kota, Adhar menyatakan bahwa regulasi sudah memberikan ruang bagi pemerintah provinsi untuk mendukung program desa. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), pemerintah provinsi dapat memberikan bantuan dalam bentuk program yang ditujukan untuk desa. “Regulasi sudah ada, dan ini sangat memungkinkan untuk dieksekusi,” tegasnya.

Meski demikian, Adhar menekankan bahwa dana hibah ini tidak akan diberikan secara sekaligus dalam satu tahun, melainkan bertahap, untuk memastikan program-program tersebut berjalan efektif dan terukur.

Dengan janji dana hibah yang begitu besar, pasangan Iqbal-Dinda berharap dapat memacu percepatan pembangunan di seluruh wilayah NTB, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Jika terpilih dalam Pilgub 2024, program ini akan menjadi salah satu prioritas utama mereka dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat desa di NTB.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *