Kasus Kematian Brigadir Esco, Antara Satu Tersangka dan Dugaan Keterlibatan Pihak Lain

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Misteri kematian tragis Brigadir Esco Fasca Rely terus mengundang perhatian publik. Hingga kini, polisi baru menetapkan satu tersangka, yakni istrinya sendiri, Briptu Rizka Sintiyani. Namun, di tengah langkah hukum itu, muncul desakan agar aparat tidak berhenti pada satu nama.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid menegaskan, penyidik masih membuka ruang kemungkinan adanya tersangka baru. “Tersangka lain masih kita dalami,” ujarnya saat ditemui di Mataram, Senin (22/9).

banner 325x300

Meski begitu, status penahanan terhadap Briptu Rizka masih menyisakan tanda tanya. Kholid memilih irit bicara ketika disinggung hal itu. “Nanti kita sampaikan resminya ya,” katanya singkat.

Di sisi lain, kuasa hukum Briptu Rizka, Rossi, menilai ada sejumlah kejanggalan dalam penetapan kliennya sebagai tersangka. Ia mengaku tengah menyiapkan langkah hukum, termasuk kemungkinan mengajukan praperadilan terhadap Polres Lombok Barat. “Rinciannya belum bisa kami sampaikan sekarang karena itu akan menjadi bagian dari proses hukum resmi,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Brigadir Esco, Lalu Anton Hariawan, justru melihat kasus ini tidak mungkin hanya melibatkan satu pelaku. Hasil autopsi yang menunjukkan adanya sayatan benda tajam di lengan korban disebut sebagai indikasi adanya perlawanan. “Pelakunya pasti lebih dari satu orang,” tegasnya.

Ia pun mendesak Polda NTB dan Polres Lombok Barat untuk menjerat pihak lain yang diduga turut serta, baik dalam eksekusi maupun upaya menghilangkan barang bukti. Bahkan, ia meminta penambahan pasal penganiayaan berat (Pasal 354 KUHP) agar perkara ini semakin terang benderang.

Ketegangan hukum semakin memanas ketika kubu Briptu Rizka menyatakan siap melawan di jalur praperadilan. Merespons hal itu, kuasa hukum keluarga Brigadir Esco menegaskan kesiapannya untuk berhadapan. “Kami siap ikut bertempur di praperadilan itu untuk mengawal kasus ini,” tegas Lalu Anton.

Kasus ini tidak hanya menjadi sorotan karena menyeret rumah tangga sesama anggota Polri, tetapi juga karena menyimpan pertanyaan besar: apakah benar hanya istri yang menjadi pelaku tunggal, atau ada aktor lain yang segera terungkap?

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *