Kebakaran Pertamini di Karang Bagu Ungkap Bahaya Operasional di Permukiman Padat

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Kebakaran yang melalap sebuah outlet Pertamini di Jalan Semangka, Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Selasa (18/11) sekitar pukul 18.00 Wita, kembali menyoroti lemahnya standar keselamatan pengisian bahan bakar di kawasan padat penduduk.

Insiden bermula saat pemilik kios, Nasrun, tengah memindahkan BBM Pertamax dari jeriken ke tabung Pertamini menggunakan pompa sedot. Tanpa diduga, percikan api muncul dari pompa dan langsung menyambar jeriken berisi bahan bakar. Dalam hitungan detik, kobaran api membesar dan meludeskan kios tersebut.

banner 325x300

Api juga sempat menyambar bagian dapur Rumah Makan Dua M yang menempel langsung dengan lokasi kejadian. Nasrun mengalami luka bakar pada paha dan tangan ketika berupaya memadamkan api secara manual.

Lurah Karang Taliwang, Lalu Halit Wahyu Jati, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi alarm penting bagi pengelola Pertamini yang beroperasi di tengah permukiman.
“Percikan kecil saja sudah cukup memicu kebakaran besar karena banyak bahan bakar tersimpan di ruang sempit. Kios ludes, dapur rumah makan ikut terbakar, beruntung tidak ada korban jiwa,” katanya.

Warga yang melihat kejadian berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sebelum tiga unit mobil pemadam kebakaran Kota Mataram tiba di lokasi. Pemadaman berlangsung cepat, namun kerugian ditaksir cukup besar: puluhan liter Pertamax habis terbakar, bangunan kios hangus, dan sebagian dapur rumah makan rusak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Damkarmat Kota Mataram, Multazam, menjelaskan bahwa timnya langsung melakukan assessment, pemadaman, dan pendinginan area agar api tidak merembet ke bangunan lain.
“Pertamini di permukiman padat punya risiko tinggi. Percikan kecil bisa jadi bencana. Pengelola harus lebih disiplin memastikan pengisian BBM aman,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, meski saat ini curah hujan meningkat, risiko kebakaran tetap tinggi jika sumber api berada dekat BBM atau instalasi listrik yang tidak standar.
“Masyarakat jangan menyepelekan potensi kebakaran sekecil apa pun,” tandasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *