Tanjungtv.com – Tim Asesor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tiba di Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk melakukan penilaian eliminasi malaria. Kegiatan ini berlangsung sejak Selasa (6/5) dan akan berlanjut selama beberapa hari guna mengumpulkan data akurat sebagai bahan evaluasi.
Ketua Tim Asesor, dr. Lukman, mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus malaria di KLU merupakan kasus impor. Artinya, penderita tertular di luar daerah melalui gigitan nyamuk malaria, lalu membawa penyakit tersebut saat kembali ke Lombok Utara. “Penting bagi warga yang baru kembali dari luar daerah untuk memeriksakan kesehatan, terutama jika telah berada di luar lebih dari beberapa bulan. Ini langkah preventif untuk memutus rantai penularan,” jelasnya saat berkunjung ke Kantor Bupati KLU, Rabu (7/5).
Lukman menekankan bahwa malaria adalah penyakit berbahaya yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi parasit. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus meliputi menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. “Kami berharap dalam beberapa hari ke depan dapat mengumpulkan data yang komprehensif untuk dilaporkan ke Kemenkes. Target kami adalah KLU bisa segera dinyatakan bebas malaria,” ujarnya.
Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus menunjukkan kemajuan dalam upaya eliminasi malaria. Ia optimis KLU akan lulus penilaian administratif dari Kemenkes. “Kami mendukung penuh kerja Tim Asesor. Semoga dalam waktu dekat, Lombok Utara resmi dinyatakan bebas malaria,” kata Kusmalahadi.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan eliminasi malaria membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk tenaga medis, masyarakat, dan instansi terkait. “Dengan sinergi yang kuat, kami yakin upaya pencegahan dan pengendalian malaria akan semakin efektif. Ini adalah langkah besar menuju KLU yang lebih sehat,” pungkasnya.
Upaya Kemenkes bersama Pemda KLU ini menjadi sorotan positif, mengingat eliminasi malaria bukan hanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat citra daerah sebagai destinasi yang aman dan bebas penyakit menular.















