Tanjungtv.com – Suasana haru dan bangga menyelimuti Lingkungan Karang Taliwang saat puluhan pencinta keris dari seluruh Lombok berkumpul merayakan Hari Keris Nasional (HKN) yang baru saja ditetapkan pemerintah. Acara syukuran yang digelar Paguyuban Selaparang Mandalika Keris (PSMK) ini menjadi momen bersejarah, menandai kebangkitan generasi muda dalam melestarikan warisan budaya yang diakui UNESCO.
Fathul Mubin Abdullah, Ketua PSMK, menyampaikan antusiasme luar biasa dari para pecinta keris. “Ini bukan sekadar perayaan, tapi awal dari gerakan besar untuk mengembalikan kejayaan keris sebagai mahakarya budaya,” tegasnya. Penetapan HKN pada 19 April lalu oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dinilai sebagai langkah tepat untuk memperkuat identitas bangsa.
Keris, yang masuk dalam daftar warisan budaya tak benda UNESCO sejak 2005, kini menjadi pusat perhatian baru. Tak hanya sebagai benda pusaka, keris juga menjadi sumber ekonomi bagi ratusan perajin di Nusa Tenggara Barat (NTB). “Setiap bilah keris menyimpan cerita, filosofi, dan rezeki bagi yang menjaganya,” ujar Lalu Kusnawan, Koordinator Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Wilayah NTB.
Yang menarik, gelaran ini dihadiri lintas generasi—dari sesepuh hingga milenial—yang bersatu dalam misi sama: menjadikan keris sebagai ikon budaya modern. “Kami ingin keris Lombok punya ciri khas dan dikenal dunia. Ini tugas kita bersama,” tambah Kusnawan, yang berencana menggelar pameran dan workshop keris untuk pelajar.
Semangat kolaborasi antara pariwisata dan UMKM juga mengemuka. Keris dinilai bisa menjadi daya tarik wisatawan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. “Bayangkan jika setiap desa keris jadi destinasi wisata. Ini peluang emas!” serang seorang perajin yang hadir.
Acara ditutup dengan deklarasi dukungan penuh terhadap HKN dan komitmen menjadikan PSMK sebagai pusat edukasi keris terbesar di NTB. “Keris adalah jiwa kita. Mari rawat bersama!” pungkas Fathul, disambut sorak ratusan peserta.
Dengan gelora seperti ini, warisan leluhur Indonesia siap menginspirasi dunia. Siapa sangka, sebilah keris bisa menyatukan ribuan hati dalam semangat yang sama: melestarikan, membanggakan, dan menghidupkan kembali keagungan budaya Nusantara.















