Tanjungtv.com – Di sebuah desa sunyi di Kabupaten Lombok Utara, kisah tragis mengalir dari balik dinding rumah milik JM (46). Warga Desa Kayangan digemparkan oleh penemuan pria itu dalam keadaan tak bernyawa, tergantung di kamarnya sendiri. Suasana mencekam menyelimuti rumah itu ketika keluarga korban tiba untuk mengantarkan makanan dan obat, hanya untuk menemukan kenyataan pahit yang tak terduga.
BACA JUGA : Kisah Pilu Siswa SMP di Lombok Utara, Jadi Korban Bullying, Kini Dikeroyok Hingga Tak Sadarkan Diri
Sekilas, rumah itu tampak seperti hunian biasa—tenang, tanpa tanda-tanda keganjilan. Namun, di balik pintu kamar yang tertutup, terkuak sebuah tragedi yang telah mengubah hidup keluarga JM selamanya. Sarung yang diikatkan di lehernya menjadi saksi bisu keputusan terakhir yang diambilnya, menggantung pada atap kamar yang mungkin selama ini menjadi tempatnya merenung dalam kesepian.
Kapolsek Kayangan, Iptu Zainuddin, mengonfirmasi bahwa korban memang sedang tidak dalam kondisi sehat sebelum kejadian. Lebih memilukan lagi, JM disebut baru saja melewati proses perceraian dua minggu sebelumnya. Keluarga mengungkapkan bahwa pria itu kerap mengutarakan kegalauan hatinya, bahkan sempat menyiratkan keinginan untuk mengakhiri hidup. Tekanan ekonomi dan beban batin yang kian berat diduga menjadi pemicu keputusasaannya.
Tim Identifikasi Polres Lombok Utara telah memeriksa lokasi kejadian dengan cermat. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau campur tangan orang lain—hanya luka jeratan yang menegaskan kesimpulan awal: ini adalah aksi tragis yang dilakukan sendiri. Keluarga korban, meski berduka, memilih untuk menerima kejadian ini sebagai takdir dan menolak tindakan otopsi lebih lanjut.
Di tengah kesedihan, petugas masih mengumpulkan barang bukti, termasuk pakaian yang digunakan JM, untuk memastikan tidak ada hal terselubung di balik peristiwa ini. Namun, bagi warga sekitar, kisah ini menjadi pengingat betapa rapuhnya jiwa manusia ketika beban hidup terasa terlalu berat untuk dipikul sendirian.
Masyarakat Kayangan berharap tragedi seperti ini tidak terulang. Mereka berdoa agar JM tenang di alam sana, sambil berharap ada pelajaran berharga bagi semua—bahwa di balik senyuman, bisa saja tersimpan luka yang tak terlihat.















