Kisah Tragis di Balik Pemecatan Dua Perwira Polda NTB, Dugaan Pelanggaran Berat dan Misteri Kematian Brigadir MN

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Di balik tembok tebal institusi kepolisian, sebuah kisah memilukan menguak. Dua perwira Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dipecat tanpa hormat setelah terlibat dalam kasus yang mencoreng martabat seragam biru. Kompol IMYPU dan Ipda AC, dua nama yang kini tercoret dari daftar kehormatan Korps Bhayangkara, harus menanggung konsekuensi berat atas dugaan pelanggaran kode etik yang menyeret nama alm. Brigadir Muhammad Nurhadi alias Brigadir MN ke dalam pusaran tragedi.

Keputusan pemecatan ini bukan tanpa alasan. Atasan yang Berhak Menghukum (Ankum) menyatakan kedua perwira tersebut terbukti melanggar Pasal 11 ayat (2) dan Pasal 13 huruf e serta f Peraturan Kepolisian RI Nomor 7 Tahun 2022. Pelanggaran itu mencakup tindakan tidak patuh terhadap atasan, penyalahgunaan narkotika, hingga perselingkuhan. Namun, di balik pasal-pasal kering itu, tersimpan duka keluarga Brigadir MN yang masih menuntut keadilan atas kematian putra mereka.

banner 325x300

Brigadir MN ditemukan tewas di kolam renang sebuah vila mewah di Gili Trawangan, Lombok Utara, pada pertengahan April lalu. Saat itu, ia tengah menginap bersama dua perwira yang kini dipecat. Kematiannya yang mendadak memicu kecurigaan keluarga. Mereka yakin ada sesuatu yang tidak wajar di balik tragedi itu.

Polda NTB melalui Ditreskrimum telah bergerak cepat. Berbagai langkah penyelidikan dilakukan, mulai dari pemeriksaan saksi, ekshumasi jenazah, hingga uji lie detector. Namun, hingga detik ini, hasil autopsi dan titik terang kasus masih menjadi misteri. Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, enggan berkomentar lebih jauh, hanya menyatakan bahwa proses hukum masih berjalan.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat, memastikan penyelidikan terus digulirkan. Meski begitu, ia menolak berkomentar lebih detail, termasuk soal dugaan penganiayaan yang menjadi sorotan publik. “Masih berproses,” ujarnya singkat.

Di tengah keheningan ruang interogasi dan dokumen-dokumen kasus yang masih tersegel, satu hal yang pasti: dua perwira itu telah kehilangan segalanya. Karir hancur, nama tercoreng, dan masa depan suram menanti. Sementara keluarga Brigadir MN masih menunggu jawaban: apa sebenarnya yang terjadi di balik kematian sang anak?

Ini bukan sekadar kisah tentang pemecatan. Ini adalah cerita tentang kehormatan yang hilang, keadilan yang dinantikan, dan sebuah institusi yang berusaha membersihkan noda di tengah badai. Semoga kebenaran akan terungkap, bukan hanya untuk kepuasan hukum, tetapi juga untuk mengembalikan kepercayaan publik pada penegak keadilan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *