KLU Genjot Digitalisasi Data untuk Redam Lonjakan Angka Stunting yang Timpang Tindih

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Pemerintah Daerah Lombok Utara (Lotara) menegaskan langkah baru dalam percepatan penurunan stunting dengan mendorong digitalisasi dan sinkronisasi data sebagai agenda utama Rapat Koordinasi Tim Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting (TP3S) tahun 2025 yang digelar di Aula Bupati, Senin (1/12).

Rakor yang dipimpin Wakil Bupati sekaligus Ketua TP3S, Kusmalahadi Syamsuri, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar KLU bukan hanya pada intervensi lapangan, tetapi pada ketimpangan data yang selama ini menjadi penghambat efektivitas program.

banner 325x300

“Kita perlu inovasi pencatatan dan pelaporan digital untuk memastikan akurasi data stunting. Ini penting agar daerah dan pusat berbicara dengan angka yang sama,” tegas Wabup Kus.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian Pemda KLU, termasuk penurunan angka kemiskinan secara nasional sebesar 3,2 persen, dan berharap keberhasilan tersebut ikut mendorong percepatan penurunan stunting.

Namun, persoalan perbedaan data menjadi sorotan serius dalam rakor ini.
Kepala DP2KBPMD Lotara, Atmaja Gumbara, mengungkapkan bahwa data E-PPGBM mencatat angka stunting KLU sebesar 13,57 persen, sementara Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka jauh lebih tinggi, yakni 35,2 persen.

“Rakor ini menjadi momentum evaluasi untuk mempercepat penurunan stunting. Ketidaksinkronan data harus diselesaikan agar intervensi tidak salah sasaran,” jelas Atmaja.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Perwakilan BKKBN NTB, Johari Effendi, memaparkan berbagai program Quick Wins nasional seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Ia mengingatkan bahwa hanya tersisa satu bulan sebelum pelaksanaan survei SSGI, sehingga semua pihak diminta bekerja lebih terarah dan solid.

Pemda KLU bersama OPD, perbankan, dan NGO juga terus mengintensifkan edukasi serta pemberian bantuan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok sasaran utama.

Dengan dorongan digitalisasi pencatatan dan sinkronisasi lintas lembaga, Pemda KLU berharap langkah-langkah strategis ini dapat memotong ketimpangan data sekaligus memperkuat efektivitas dalam menurunkan angka stunting di Lombok Utara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *