Tanjungtv.com — Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi menjadi tuan rumah Festival Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Tingkat Provinsi NTB 2025 yang digelar pada 13–15 November di Tanjung. Pembukaan berlangsung pada Kamis (13/11) dengan dihadiri Gubernur NTB Lalu M. Iqbal, Bupati KLU Najmul Akhyar, serta Ketua DPW LASQI NTB Nusantara Jaya Sinta Agathia Iqbal, dan peserta dari seluruh kabupaten/kota se-NTB.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan apresiasi kepada Pemda KLU atas suksesnya pelaksanaan LASQI meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat.
“LASQI bukan hanya tentang seni dan dakwah, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat. Karena itu, pelibatan UMKM lokal harus diperkuat dalam setiap kegiatan daerah,” tegasnya.
NTB Akan Bentuk Dinas Kebudayaan Mulai 2026
Di hadapan para peserta, Gubernur Iqbal menyampaikan kabar penting bagi dunia kebudayaan NTB. Ia mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB akan membentuk Dinas Kebudayaan pada 2026.
“NTB kaya akan seni dan budaya, namun belum tergarap optimal. Dengan adanya Dinas Kebudayaan, potensi ini bisa dikelola lebih maksimal,” jelasnya.
Gubernur bahkan mempertimbangkan agar pengelolaan LASQI ke depan dipindahkan dari Biro Kesra ke dinas baru tersebut.
“LASQI adalah seni Islami yang kuat dengan nuansa lokal. Lebih tepat dikelola Dinas Kebudayaan agar pendekatannya lebih menyeluruh dan profesional,” ujarnya.
KLU Targetkan Sukses Penyelenggaraan dan Prestasi
Bupati KLU Najmul Akhyar mengaku bangga atas kepercayaan menjadikan KLU sebagai tuan rumah LASQI tahun ini.
“Ini kehormatan besar bagi kami. Insyaallah acara ini terselenggara dengan baik,” ujarnya.
Najmul menegaskan bahwa KLU menargetkan dua kesuksesan sekaligus: sukses sebagai tuan rumah dan sukses meraih prestasi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kesederhanaan penyambutan peserta.
“KLU masih kabupaten muda dengan banyak keterbatasan. Tapi dari kesederhanaan ini, semoga lahir semangat dan kebaikan baru,” ucapnya.
LASQI NTB Diakui Nasional
Ketua DPW LASQI NTB Nusantara Jaya Sinta Agathia Iqbal memuji kesiapan KLU meski waktu persiapan hanya sekitar sebulan.
“Luar biasa, semuanya bisa disiapkan dengan baik. Terima kasih atas kerja sama,” katanya.
Ia menegaskan bahwa LASQI NTB memiliki reputasi kuat di tingkat nasional.
“Setiap ada LASQI nasional, daerah lain selalu bertanya: NTB ikut atau tidak? Karena NTB dikenal tangguh dan sering jadi pesaing utama,” ujarnya disambut tepuk tangan.
Sinta berharap pelaksanaan LASQI turut menggairahkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
“LASQI bukan hanya ajang kompetisi seni Islami, tetapi juga untuk menghidupkan UMKM dan kreativitas daerah,” tegasnya.
Ia menutup sambutan dengan pesan kepada seluruh peserta agar menjunjung sportivitas dan menjadikan LASQI sebagai bagian dari syiar Islam.
“Tampilkan yang terbaik, karena kita membawa nama daerah sekaligus menguatkan dakwah melalui seni,” pungkasnya.















