Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Barat (Lobar) kini menjalin kerja sama strategis dalam memanfaatkan potensi besar di sektor pangan dan hortikultura. Potensi agrikultur kedua daerah ini, khususnya dalam hal hortikultura, dianggap sangat menjanjikan untuk dikelola bersama. Kolaborasi ini diproyeksikan akan menjadi langkah penting dalam upaya pengendalian inflasi daerah dan menjaga ketahanan pangan yang berdampak positif bagi masyarakat setempat.
Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Wirajaya Kusuma, menyatakan bahwa MoU antara KLU dan Lobar merupakan upaya bersama untuk mengoptimalkan potensi pertanian, terutama hortikultura. “Mengingat KLU dan Lombok Barat memiliki potensi hortikultura yang sangat baik, MoU ini diharapkan dapat menguntungkan kedua daerah dalam menjaga ketersediaan pangan serta mendukung kestabilan harga di pasar,” ungkap Wirajaya dalam sambutannya.
Kolaborasi antar daerah dianggap penting, terutama dalam menjaga keseimbangan stok pangan. Wirajaya menjelaskan bahwa kerja sama ini akan memperkuat kemampuan masing-masing daerah dalam mengelola hasil pertanian, terutama di tengah tantangan cuaca ekstrem yang melanda wilayah NTB. “Pemprov NTB sangat mendukung kerja sama ini dengan harapan manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat Lombok Utara dan Lombok Barat,” lanjutnya.
Tidak hanya soal ketersediaan pangan, kerja sama ini juga diharapkan akan berdampak signifikan pada distribusi dan pemasaran produk hortikultura dari kedua daerah tersebut. Kesepakatan ini memberikan peluang bagi petani di KLU dan Lobar untuk memperluas jangkauan pasar, yang tentunya akan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu, mengutarakan optimismenya terkait kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi ini akan menjadi jembatan penting dalam memastikan ketersediaan bahan pangan dan menjaga stabilitas harga bagi masyarakat. “Kerja sama ini bukan hanya soal menjaga pasokan pangan, tapi juga memastikan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat. Dampak akhirnya, tentu, adalah kesejahteraan masyarakat di masing-masing daerah,” ungkap Djohan.
Selain itu, Pj Bupati Lombok Barat, Ilham, turut menambahkan bahwa kerja sama ini sangat krusial dalam menghadapi tantangan iklim yang sedang berlangsung. Kekeringan yang melanda NTB, termasuk Lobar dan KLU, memaksa kedua daerah untuk mencari solusi bersama agar ketahanan pangan tidak terganggu. “Kami berharap MoU ini dapat memberikan dampak positif terhadap pengelolaan pangan di Lobar dan KLU, terutama di tengah tantangan iklim yang tidak menentu,” ujar Ilham.
MoU ini menjadi langkah awal dalam upaya yang lebih luas untuk menjaga ketahanan pangan di NTB. Diharapkan, sinergi antara KLU dan Lobar akan terus berlanjut dalam berbagai sektor strategis lainnya, demi menjaga stabilitas ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa potensi agrikultur lokal dapat menjadi salah satu kunci utama dalam pengendalian inflasi di tingkat daerah. Keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan keberhasilan dari kerja sama strategis ini.















