Tanjungtv.com – Pemerintah Kota Mataram dibuat frustasi setelah rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo mendadak batal tahun ini. Padahal, persiapan lahan dan pengajuan proposal telah dilakukan sejak lama. Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
BACA JUGA : RSUD Lombok Utara! Layanan Cepat Tanpa Antre, Pasien Langsung Dilayani Begitu Datang
“Bukan ditunda, hilang. Tahun depan mungkin. Kalau dibangun, syukur. Kalau tidak, ya sudah,” ujar Mohan dengan nada kesal.
Proyek ini seharusnya menjadi solusi krisis sampah di Mataram, yang setiap hari memproduksi 200 ton limbah. Tanpa TPST, beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok semakin kritis. Padahal, TPST Kebon Talo dirancang untuk mengolah 120 ton sampah per hari, mengurangi tumpukan di TPA yang sudah overkapasitas.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB, Yanuar Seto, mengaku proyek ini tertunda karena efisiensi anggaran pusat. “Kami berharap Pemkot Mataram mendorong percepatan realisasi proyek ini,” ujarnya.
Namun, ketidakpastian ini memperburuk kondisi darurat sampah di Mataram. Warga khawatir dampaknya akan semakin parah jika tidak ada solusi segera.
“Kita harus maklumi, mungkin ada prioritas lain. Tapi, ini darurat. Sampah menumpuk, risiko kesehatan meningkat,” tambah Mohan.
Tanpa TPST Kebon Talo, Mataram terancam krisis lingkungan serius. Apakah pemerintah pusat akan mengambil tindakan cepat, atau membiarkan kota ini tenggelam dalam sampah? Waktu akan menjawab.















