Krisis Air Tak Kunjung Usai, Warga Desa Menggala Lelah Menunggu Tanpa Kepastian

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Krisis air bersih di Desa Menggala bukan lagi keluhan sesaat, melainkan persoalan menahun yang terus membebani kehidupan warga. Kebutuhan paling mendasar itu hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi, memaksa sebagian masyarakat menjalani rutinitas yang melelahkan: menunggu air mengalir hingga larut malam, Warga Begadang Kadang Air Datang, Kadang Tidak Sama Sekali.

‎Bagi warga, persoalan ini sudah menjadi cerita lama yang tak kunjung selesai. Air yang seharusnya tersedia setiap waktu justru datang tidak menentu. Tidak sedikit warga harus menunda waktu istirahat, bahkan begadang, hanya untuk memastikan bisa menampung air ketika aliran tiba-tiba muncul.

banner 325x300

‎“Ini bukan baru terjadi sekarang. Sudah lama sekali. Warga capek, karena setiap hari harus menunggu tanpa kepastian,” ujar Juanda Ali Sahbana, pemuda Desa Menggala.

‎Ironisnya, di tengah distribusi air yang sering bermasalah, kewajiban pembayaran kepada PDAM tetap berjalan normal. Warga tetap membayar tagihan setiap bulan. Namun ketika terjadi keterlambatan pembayaran, tindakan penutupan sambungan dinilai berlangsung cepat dan tegas. Kondisi ini memunculkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.

‎“Kalau telat bayar, cepat diputus. Tapi kalau air tidak jalan, warga yang disuruh sabar terus,” tambah Juanda.

‎Dampak krisis air tidak berhenti pada kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Aktivitas harian warga ikut terganggu. Kurangnya waktu istirahat karena harus menunggu air pada malam hari berpengaruh pada kondisi fisik, produktivitas kerja, hingga kesehatan.

‎MASYARAKAT BUTUH SOLUSI BUKAN AIR TANGKI, DEQ TA SELEWAH JARI TAU GAWAH KEKORANGAN AEQ, ucap Amir Rahman warga menggala.

‎Warga menilai persoalan ini seharusnya bisa dicarikan solusi lebih serius. Secara geografis, Desa Menggala memiliki kawasan hutan dan sumber aliran air yang dinilai masih potensial. Pengelolaan sumber daya air, pembangunan penampungan, maupun sistem distribusi alternatif dinilai bisa menjadi langkah jangka panjang jika ada kemauan dan perencanaan yang matang.

‎Yang juga menjadi sorotan, Desa Menggala disebut memiliki banyak putra-putri daerah yang kini menduduki posisi strategis di tingkat kabupaten maupun provinsi. Harapan masyarakat sederhana: persoalan air di kampung sendiri mendapat perhatian nyata dan masuk prioritas kebijakan.

‎Air bersih, menurut warga, bukan fasilitas tambahan, melainkan hak dasar. Mereka berharap persoalan ini tidak lagi dipandang sebagai keluhan rutin, tetapi sebagai masalah layanan publik yang harus segera ditangani dengan langkah konkret dan berkelanjutan.

‎Sebab bagi warga Menggala, pembangunan tidak akan pernah terasa utuh selama untuk mendapatkan air saja mereka masih harus berjaga di malam hari.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *