KSPN NTB Ancam “Chaos” dengan Tutup Paksa Gudang Tembakau Lombok, Petani Swadaya Bangkit Lawan Mafia!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Konflik pembelian tembakau di Pulau Lombok kian memanas! Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) wilayah NTB, di bawah komando Lalu Iswan Muliadi, mengancam akan bergerilya menutup paksa seluruh gudang perusahaan tembakau se-Pulau Lombok. Ancaman ini disampaikan menyusul dugaan praktik mafia yang selama puluhan tahun menindas petani swadaya melalui permainan harga yang merugikan.

Dalam keterangan persnya, Muliadi, yang akrab disapa Mamiq Mul, menyatakan bahwa KSPN siap turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam waktu 2×24 jam. “Kami desak Pemprov NTB tunjukkan taringnya, jangan bertekuk lutut pada pengusaha!” seru Mamiq Mul dengan tegas.

banner 325x300

Tuntutan ini adalah aksi solidaritas terhadap petani tembakau yang disebutnya telah diperlakukan semena-mena oleh perusahaan pembelian tembakau, khususnya terhadap petani swadaya yang tidak memiliki dukungan dari “orang dalam.” Mamiq Mul menuding adanya jaringan karyawan perusahaan tembakau yang bekerja sama dengan petani binaan untuk memanipulasi harga dengan fee khusus.

Tidak hanya mengancam di jalan, KSPN juga telah melayangkan surat tuntutan kepada seluruh perusahaan tembakau dan Pemprov NTB untuk segera mengambil tindakan tegas. Jika dalam dua hari ke depan tuntutan ini diabaikan, KSPN akan menggelar aksi besar-besaran yang menyasar gudang-gudang di Lombok Timur dan Lombok Tengah.

“Kami siap hadapi segala risiko, bahkan jika harus berhadapan langsung dengan pihak perusahaan,” tegas Muliadi, mengisyaratkan bahwa KSPN siap berjuang hingga akhir demi keadilan bagi petani.

Rencana aksi ini juga mencakup permintaan kepada Dinas Perhubungan NTB dan Otoritas Pelabuhan Lembar untuk memantau ketat pergerakan tembakau keluar daerah, menandai potensi konflik besar yang bisa mengguncang sektor tembakau di Lombok.

Apakah pemerintah dan perusahaan akan menuruti tuntutan ini? Semua mata tertuju pada hari Kamis, 17 Oktober 2024, hari di mana Lombok mungkin akan menyaksikan kekacauan besar jika suara para petani tak juga didengar.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *