Kurma Jadi Primadona di Lombok Utara, Dusun Jugil Kini Diserbu Wisatawan dan Investor Mancanegara!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Siapa sangka, tanaman asal Timur Tengah kini menjadi primadona baru di Kabupaten Lombok Utara. Masyarakat di beberapa desa mulai mengembangkan budidaya kurma yang tak hanya menghasilkan pundi-pundi keuntungan melalui panen buah, tetapi juga menjadikan lokasi ini sebagai spot wisata favorit. Salah satu destinasi yang paling populer adalah kebun kurma di Dusun Jugil, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, yang kini ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga mancanegara.

Berlokasi di pinggir jalan utama, kebun seluas 70 are ini ditanami puluhan pohon kurma dari beragam jenis, menjadikannya mudah diakses bagi pengunjung yang penasaran. Menurut Suhirman, salah satu petani kurma setempat, tanaman kurma memerlukan perawatan khusus sejak awal penanaman hingga berbuah, yang biasanya memakan waktu hingga lima tahun. “Perawatan intensif dibutuhkan agar tanaman ini bisa berbuah baik sepanjang tahun,” ungkapnya.

banner 325x300

Di kebun ini, terdapat empat jenis kurma yang ditanam, yaitu kurma sukari, barehe, alas, dan tunisia. Keunikan rasa dan bentuk masing-masing jenis membuat kurma dari kebun ini semakin diminati. Namun, untuk menghasilkan buah yang berkualitas, diperlukan keterampilan yang tidak bisa diperoleh dalam waktu singkat. “Butuh waktu lama untuk belajar dan riset,” lanjut Suhirman.

Pengelolaan kebun ini menerapkan sistem pola ukhuwah datu atau nyakap, yang mirip dengan mudharabah dalam Islam, di mana keuntungan dibagi adil antara pemilik modal, lahan, dan pekerja. Para investor bisa berinvestasi mulai dari Rp 14 juta per pohon, dan akad investasi biasanya dilakukan di masjid dengan disaksikan ulama dan tokoh masyarakat setempat.

Tak hanya menarik investor lokal, minat terhadap kebun kurma ini juga datang dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, bahkan kawasan Timur Tengah. Kehadiran kebun kurma ini juga membawa dampak positif bagi pariwisata, di mana pengunjung sering kali datang hanya untuk berfoto di tengah-tengah kebun kurma yang asri. Meski belum diperbolehkan memetik buah pada masa perawatan, pengunjung tetap bisa membeli kurma segar seharga Rp 250 ribu.

Pengelola kebun, Siarsah, menjelaskan bahwa kurma muda lebih bermanfaat daripada yang sudah diolah, dan biasanya dijadikan oleh-oleh haji atau umrah. Meski tidak ada tiket masuk untuk mengunjungi kebun kurma ini, pengelola menyediakan kotak sumbangan bagi para pengunjung yang ingin berdonasi. Kebun kurma Jugil pun semakin dikenal sebagai destinasi unik yang memadukan agrowisata dengan peluang investasi yang menjanjikan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *