Layanan Terjadwal, Penyeberangan ke Gili Kini Lebih Aman dan Tepat Waktu

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Antrean panjang dan waktu tunggu tak menentu di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, kini tinggal cerita. Koperasi Karya Bahari (KKB) sebagai pengelola jasa angkutan laut mengambil langkah berani dengan menerapkan jadwal keberangkatan kapal reguler setiap 30 menit sekali.
Langkah ini bukan sekadar perubahan teknis, tetapi revolusi kecil yang membawa kepastian dan kenyamanan bagi ribuan pengguna jasa penyeberangan menuju Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air (Tramena).

Ketua KKB Bangsal, Sabarudin, menyebut sistem baru ini lahir dari kepedulian terhadap penumpang yang selama ini kerap terjebak dalam ketidakpastian jadwal.

banner 325x300

“Kami ingin wisatawan dan pekerja di Gili Tramena bisa beraktivitas tanpa waswas. Dengan sistem ini, mereka cukup menyesuaikan waktu keberangkatan dengan kegiatan masing-masing,” ujar Sabarudin, Jumat (7/11).

Namun, keputusan untuk tetap memberangkatkan kapal meski belum penuh menjadi ujian bagi komitmen koperasi. Untuk menjaga keseimbangan operasional, KKB menerapkan subsidi silang antaranggota, memastikan setiap kapal tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan.
“Dengan pola ini, kapal tidak lagi overload, dan penumpang bisa menikmati perjalanan yang aman dan nyaman,” imbuhnya.

Bagi masyarakat pekerja di Gili, kebijakan ini bak angin segar.
Raden Dedi, seorang karyawan hotel di Gili Trawangan, mengaku kini tak lagi khawatir terlambat kerja.

“Kami punya kepastian waktu sekarang. Dulu sering panik karena kapal tidak pasti berangkatnya,” ujarnya lega.

Hal senada disampaikan Azra Mulyani, wisatawan asal Mataram, yang merasa lebih fleksibel menata jadwal perjalanannya.

“Saya bisa packing tenang dari rumah, tahu jam berangkat, tidak takut tertinggal,” katanya.

Tak hanya jadwal reguler, sejak 1 November 2025, KKB juga melakukan uji coba pemisahan kapal penumpang dan kapal barang — sebuah langkah kecil dengan dampak besar bagi keselamatan pelayaran.
Dengan pemisahan ini, risiko kapal kelebihan muatan atau penumpang bercampur dengan barang berat bisa diminimalisir.

Langkah progresif KKB pun mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Dende Dewi Tresna Budi Astuti.
Ia menilai kebijakan ini sejalan dengan misi peningkatan kualitas layanan wisata bahari Lombok Utara.

“Kami berharap pola seperti ini bisa diterapkan juga di pelabuhan lain, agar wisatawan semakin nyaman dan ingin kembali berkunjung ke Gili Tramena,” pungkasnya.

Kini, di bawah sistem baru itu, setiap 30 menit di Bangsal bukan sekadar waktu berjalan — tapi tanda dimulainya kenyamanan baru bagi wisatawan dan pekerja Gili Tramena.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *