LH Bangkitkan Kembali TPS 3R dengan Dana Stimulan, Sampah Jadi Emas Hijau

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyulap tantangan pengelolaan sampah menjadi peluang besar. Sebagian besar Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang sempat mangkrak kini mulai bergeliat lagi berkat injeksi dana stimulan dari Pemerintah Daerah (Pemda). Langkah ini bukan sekadar menghidupkan fasilitas, tapi juga membuka jalan bagi ekonomi sirkular berbasis lingkungan.

BACA JUGA : Lombok Utara Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Transformasi Gili Air, Siap Jadi Destinasi Premium

banner 325x300

Pemda KLU mengucurkan bantuan Rp1 juta per TPS 3R untuk menyalakan kembali mesin daur ulang yang sempat mati suri. “Dana ini jadi bensin awal agar pengelola bisa kembali beraksi. Kami serahkan langsung ke tangan mereka agar tepat sasaran,” tegas Rusdianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup KLU, dengan semangat optimis.

Meski nominalnya terbilang kecil untuk operasional jangka panjang, dana ini ibarat percikan api yang memantik kolaborasi lebih besar. Pemda sudah merangkul desa-desa agar mengalokasikan dana desa untuk keberlanjutan TPS 3R. “Sinergi ini kunci utamanya. Jika desa turun tangan, pengelola akan punya daya ungkit lebih kuat,” tambah Rusdianto.

Fakta menarik terungkap: membangun satu unit TPS 3R memakan anggaran hingga Rp600 juta. KLU kini memiliki 18 unit, tapi beberapa masih tertunda pendanaannya karena masalah kelembagaan. “Contohnya di Desa Segara Katon. Dana baru cair kalau pengurusnya sudah resmi terbentuk. Kami tak mau dana menguap sia-sia,” tegasnya.

Jika semua TPS 3R beroperasi maksimal, efek domino positifnya luar biasa. Biaya operasional UPTD Persampahan bisa ditekan, usia Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lebih panjang, dan yang terpenting—sampah tak lagi jadi beban, melainkan sumber daya bernilai. “Bayangkan jika semua sampah terpilah dan didaur ulang di tingkat lokal. TPA tak akan lagi sesak, dan lingkungan pun terjaga,” tutup Rusdianto dengan senyum penuh harap.

Inisiatif KLU ini membuktikan bahwa solusi sampah tak selalu butuh gebrakan mahal, tapi konsistensi dan gotong royong. Dari Tanjung Lombok Utara, cerita tentang sampah yang “disulap” jadi berkah mulai menemui bentuk nyata.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *