Tanjungtv.com – Pada Senin (30/9), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Anding Duwi Cahyadi, secara resmi meluncurkan lima proyek perubahan inovatif yang digagas oleh para reformer peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXVI BPSDM Provinsi Jawa Timur. Acara peluncuran ini berlangsung di Gili Gaya Galeri dan dihadiri oleh para pejabat daerah serta tokoh masyarakat setempat.
Kelima proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis di KLU, yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam pelayanan publik. Salah satu proyek yang mendapat perhatian khusus adalah Sasak Nare Bangkit, yang digagas oleh Gatot Sugihartono, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) KLU. Proyek ini memiliki visi besar dalam mengembangkan pariwisata di Teluk Nare, dengan harapan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan memperpanjang lama tinggal mereka di Lombok Utara.
Selain Sasak Nare Bangkit, empat proyek lainnya adalah SIDA PaDa oleh Khairul Anwar, Kepala Dinas Kominfo KLU, yang berfokus pada Sistem Informasi Desa; Pustaka Digdaya oleh Wahyu Dharmawan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah KLU, yang bertujuan mengembangkan perpustakaan digital; SIGAP ANAK oleh Fathurrahman, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak KLU, yang menekankan perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan; serta SIAP LAPOR oleh Rubain, Kepala Dinas Dukcapil KLU, yang berupaya meningkatkan pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan.
Dalam sambutannya, Anding Duwi Cahyadi menyampaikan apresiasi terhadap kelima proyek perubahan ini. Ia menegaskan pentingnya proyek-proyek tersebut dalam memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) di KLU. “Inovasi ini tidak boleh hanya berhenti sebagai proyek peserta diklat saja, tetapi harus terus berkelanjutan dan berdampak positif bagi pelayanan masyarakat. Khususnya proyek Sasak Nare Bangkit yang memiliki potensi besar dalam memajukan sektor pariwisata di KLU,” ujarnya.
Proyek Sasak Nare Bangkit sendiri berfokus pada pengembangan kawasan Teluk Nare, yang mencakup pembangunan berbagai infrastruktur pendukung pariwisata. Di antara fasilitas yang direncanakan adalah gedung serba guna, terminal, sunset view area, pusat informasi, pusat perbelanjaan, penginapan, lapak PKL, bale kesenian, amfiteater dengan kapasitas minimal 1.000 orang, restoran, mushola, gazebo, kampung wisata healing, serta area parkir dan sarana prasarana lainnya. Pembangunan ini diharapkan dapat menarik wisatawan yang biasanya hanya mengunjungi Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, untuk juga berkunjung ke daratan Lombok Utara.
“Sasak Nare Bangkit ini menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di Lombok Utara. Dengan fasilitas yang lengkap dan konsep yang menarik, kami berharap wisatawan dari Bali yang biasanya langsung menuju Gili bisa menyempatkan waktu untuk mampir ke kawasan ini,” ungkap Anding.
Proyek ini, lanjut Anding, akan dilaksanakan secara bertahap dengan anggaran awal sebesar Rp 2 miliar untuk pembangunan gedung serba guna pada tahun ini. “Proyek ini memang besar, tetapi kami optimis, dengan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah, pembangunan dapat berjalan lancar. Pada tahun ini, fokus pertama kami adalah pembangunan gedung serba guna. Kami berharap tahun depan siapa pun bupati yang terpilih dapat melanjutkan proyek ini dengan baik,” tambahnya.
Inovasi-inovasi yang diluncurkan ini tidak hanya diharapkan memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang bagi kemajuan Lombok Utara. Dengan adanya proyek-proyek tersebut, pelayanan publik di berbagai sektor seperti pariwisata, administrasi kependudukan, literasi, dan perlindungan anak diproyeksikan akan meningkat secara signifikan.
Proyek Sasak Nare Bangkit yang mendapat sorotan khusus diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan meningkatkan kunjungan wisatawan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. “Ini adalah awal dari perubahan besar bagi Lombok Utara. Kami berharap proyek ini dapat memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi daerah kita,” pungkas Anding Duwi Cahyadi.
Dengan komitmen penuh dari para reformer dan dukungan seluruh elemen masyarakat, kelima proyek perubahan ini diyakini akan membawa KLU menuju era baru yang lebih maju dan sejahtera.















