Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Timur mencetak sejarah dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional dengan melampaui target Perluasan Areal Tanam (PAT) yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Dalam prestasi yang membanggakan ini, Lombok Timur berhasil memperluas lahan tanam hingga 2.178,31 hektar, atau mencapai 125% dari target awal yang hanya 1.737 hektar.
Capaian luar biasa ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Sahri, yang menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal luas lahan, namun juga intensitas tanam. Melalui berbagai program edukasi dan bantuan alat kepada petani, Lombok Timur mampu memaksimalkan potensi lahan yang ada. “Kita menjadi yang tertinggi dalam realisasi target PAT di NTB,” ujar Sahri dengan bangga.
Mengubah Pola Tanam, Menuju Produktivitas Maksimal
Tidak hanya memperluas areal tanam, Dinas Pertanian Lombok Timur juga mendorong petani untuk meningkatkan frekuensi penanaman. Di banyak wilayah, petani kini mampu menanam dua hingga tiga kali dalam setahun, berbeda dengan sebelumnya yang hanya satu kali. Langkah ini dinilai strategis, terutama di daerah yang sebelumnya bergantung pada musim hujan untuk pengairan.
Inovasi kunci dalam mendukung keberhasilan ini adalah distribusi mesin pompa air kepada kelompok tani. Mesin ini memungkinkan petani untuk memanfaatkan sumber mata air meskipun irigasi alami tidak tersedia, bahkan saat musim kemarau. “Dengan bantuan pompa air, lahan tadah hujan kini bisa diolah sepanjang tahun,” tambah Sahri.
Kemarau Tak Jadi Masalah, Petani Tetap Produktif
Meski musim kemarau masih berlangsung, jadwal tanam di Lombok Timur relatif tidak terpengaruh. Menurut Sahri, kondisi musim tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu, di mana hujan baru turun pada November. Dengan persiapan yang matang, petani di Lombok Timur tetap bisa menanam lebih awal.
Tidak hanya fokus pada padi, para petani juga mulai beralih ke tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air, seperti tebu dan tembakau, saat musim kemarau tiba. Hal ini menunjukkan kecerdasan petani dalam menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca dan sumber daya yang ada. “Petani kita sekarang sudah pintar membaca situasi. Mereka tahu kapan menanam tanaman yang sesuai dengan kondisi cuaca,” lanjut Sahri.
Pompanisasi dan Bantuan Alat, Kunci Kesuksesan
Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian, Darajata, menyebut bahwa puluhan kelompok tani di Lombok Timur telah menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk pompa air, sebagai bagian dari program pompanisasi. Bantuan ini difokuskan pada lahan yang memiliki akses ke sumber mata air, sehingga bisa tetap produktif meski di musim kemarau.
Namun, ada syarat penting bagi petani yang ingin mendapatkan bantuan pompa air ini. Mereka diwajibkan untuk menanam padi, sehingga petani yang fokus pada tembakau tidak dapat menerima bantuan tersebut. “Bantuan ini hanya untuk petani padi, karena tujuan utamanya adalah mendukung program ketahanan pangan,” jelas Darajata.
Lombok Timur Jadi Teladan Nasional dalam Ketahanan Pangan
Melalui serangkaian upaya dan inovasi yang dilakukan, Lombok Timur kini menjadi contoh sukses dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Program PAT tidak hanya berhasil melampaui target yang ditetapkan secara regional, tetapi juga memberikan harapan baru dalam mengatasi potensi krisis pangan di masa mendatang. Dengan fokus pada daerah yang dianggap rawan pangan, terutama yang memiliki sumber air, bantuan pompa air dan irigasi perpompaan menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan ini.
Keberhasilan Lombok Timur dalam memperluas areal tanam dan mengoptimalkan penggunaan lahan menjadi sinyal kuat bahwa daerah ini siap menjadi pelopor dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia. Dengan capaian ini, Lombok Timur tidak hanya menjadi kebanggaan NTB, tetapi juga memberikan inspirasi bagi kabupaten lain untuk mengikuti jejak sukses ini.















