Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) menorehkan prestasi gemilang dengan menyelesaikan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh 43 desa. Pencapaian 100% ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam membangun pondasi ekonomi yang kuat dan mandiri.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KBPMD) KLU, Malasiswadi, mengungkapkan bahwa seluruh desa telah menyelenggarakan musyawarah desa khusus (musdesus) untuk menyepakati pendirian koperasi. “Semua desa sudah melangkah bersama. Tidak hanya sekadar rapat, tetapi mereka juga menentukan struktur pengurus, modal dasar, hingga jenis usaha yang akan dijalankan,” tegasnya, Kamis (19/6).
Dari 43 koperasi yang terbentuk, 23 di antaranya telah memiliki sertifikat badan hukum resmi. Sementara itu, sisanya sedang dalam tahap finalisasi administrasi untuk memastikan legalitasnya kuat sebelum peluncuran nasional.
Menyambut Peluncuran Nasional, Siap Beroperasi!
Pemerintah pusat telah menjadwalkan peluncuran serentak Koperasi Merah Putih se-Indonesia pada Juli 2025. Menyambut momen bersejarah ini, KLU berkomitmen menyelesaikan seluruh aspek kelembagaan dan perizinan sebelum akhir Juni. “Kami tidak ingin sekadar seremonial. Ini adalah awal dari gerakan nyata untuk menggerakkan roda perekonomian desa,” ujar Malasiswadi.
Koperasi Merah Putih dirancang sebagai wadah usaha multifungsi. Mulai dari gerai sembako murah, apotek desa, unit simpan pinjam, hingga layanan logistik distribusi. Fleksibilitas ini memungkinkan setiap desa mengembangkan potensi unggulannya sendiri. “Kami akan mendorong koperasi untuk mengidentifikasi peluang terbaik di wilayahnya. Misalnya, desa dengan hasil pertanian melimpah bisa fokus pada pengolahan dan pemasaran,” jelasnya.
Dampak Besar untuk Kesejahteraan Warga
Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi game changer bagi perekonomian desa. Selain menciptakan lapangan kerja, keberadaannya akan memutus ketergantungan pada tengkulak dan akses terbatas terhadap layanan dasar. “Bayangkan jika warga bisa mendapatkan pinjaman modal tanpa bunga tinggi, atau membeli obat dengan harga terjangkau. Inilah yang kami perjuangkan,” tambah Malasiswadi.
Antusiasme masyarakat pun terlihat nyata. Sejumlah desa telah menyiapkan program pelatihan untuk pengurus koperasi, mulai dari manajemen keuangan hingga strategi pemasaran digital. “Kami tidak mau setengah-setengah. Koperasi harus dikelola secara profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” kata seorang perangkat desa di Kecamatan Gangga.
Dengan persiapan matang dan dukungan penuh pemda, Koperasi Merah Putih KLU siap menjadi contoh sukses pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Langkah ini tidak hanya menguatkan ketahanan finansial warga, tetapi juga mempercepat pemerataan pembangunan di Lombok Utara.















