Tanjungtv.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan komitmen besar dalam memperkuat ketahanan pangan dan sektor peternakan di wilayahnya. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), pemerintah setempat menyiapkan anggaran mencapai Rp2,8 miliar untuk pengadaan ratusan hewan ternak, termasuk 174 ekor babi lokal betina dengan nilai Rp435 juta.
BACA JUGA : Misi Budaya KLU, Empat Nama Ini Jadi Pahlawan Baru di Balik Pelestarian Tradisi Lombok Utara!
Rencana ini tercantum dalam Daftar Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang diunggah oleh DKP3. Pengadaan babi akan dilakukan melalui sistem E-Purchasing, namun hingga akhir Mei 2025, proses lelang belum dimulai. Meski belum ada penjelasan rinci apakah hewan-hewan ini akan dibagikan kepada peternak atau digunakan untuk program lain, langkah ini dinilai sebagai upaya serius meningkatkan produktivitas peternakan lokal.
Tak hanya babi, DKP3 juga mengalokasikan dana besar untuk jenis ternak lain. Sebanyak 148 ekor kambing lokal betina akan dibeli dengan anggaran Rp444 juta, disusul 41 ekor kambing peranakan etawah betina senilai Rp143,5 juta, serta 32 ekor kambing lokal jantan seharga Rp119 juta. Untuk sapi, pemerintah menyiapkan anggaran terbesar, yakni Rp1,58 miliar untuk 132 ekor sapi betina.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk kelompok tani yang menilai program ini dapat mendorong kemandirian pangan. “Ini kesempatan besar bagi peternak untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar salah satu perwakilan peternak di KLU.
Dengan total anggaran hampir Rp2,8 miliar, Lombok Utara menegaskan diri sebagai salah satu daerah yang serius membangun sektor peternakan. Jika berjalan lancar, program ini bisa menjadi model pengembangan peternakan berkelanjutan di Indonesia.















