Lonjakan Pengguna Pertalite Picu Kekosongan BBM di KLU, Distribusi Kini Berangsur Normal

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Kelangkaan BBM jenis pertalite yang sempat dikeluhkan warga Kabupaten Lombok Utara (KLU) ternyata bukan semata akibat pengurangan pasokan dari depo. Peralihan besar-besaran pengguna pertamax ke pertalite menjadi salah satu pemicu utama kekosongan di sejumlah SPBU pekan lalu.

Pengawas SPBU Tanak Song, Kecamatan Tanjung, Sahdan, mengungkapkan bahwa pertamax lebih dulu mengalami kelangkaan. Kondisi itu membuat banyak pengendara beralih menggunakan pertalite. Lonjakan permintaan tersebut tak sebanding dengan stok yang diterima SPBU.

banner 325x300

“Yang sebenarnya sempat langka itu pertamax. Tapi banyak masyarakat yang biasa pakai pertamax beralih ke pertalite, akhirnya permintaan meningkat,” jelas Sahdan.

Ia membenarkan bahwa selama Minggu (16/11) hingga Senin (17/11), beberapa SPBU di KLU kehabisan pertalite. Situasi ini menimbulkan antrean panjang di SPBU yang masih memiliki stok.

Sahdan menjelaskan, SPBU Tanak Song biasanya menerima lima hingga enam kali pengiriman BBM setiap minggu. Namun pekan lalu, pasokan turun drastis menjadi hanya dua kali pengiriman. “Kami sendiri tidak tahu kenapa hanya dikirimi dua kali. Soal itu mungkin lebih tepat ditanyakan ke depo,” ujarnya.

Meski sempat tersendat, distribusi BBM di seluruh SPBU KLU kini disebut telah kembali normal. Pengiriman kembali dilakukan setiap hari, sehingga antrean panjang sudah tidak terlihat lagi. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang.

Di tengah kelangkaan yang terjadi, sejumlah warga benar-benar kesulitan mendapatkan pertalite. Salah satunya, Revan Purwandi, warga KLU, yang mengaku tak mendapati stok pertalite di SPBU maupun di pengecer sepanjang Senin lalu.

“SPBU di Tanjung sampai Gangga kosong semua. Di pengecer juga tidak ada,” katanya. Revan bahkan terpaksa menyedot bensin dari mobil rekannya untuk mengisi sepeda motornya.

Meski situasi kini berangsur pulih, warga berharap pihak terkait memastikan konsistensi distribusi BBM agar kelangkaan serupa tidak kembali terjadi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *