Tanjungtv.com – Konflik bersenjata yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel belum mengguncang denyut pariwisata di kawasan tiga gili, yakni Gili Trawangan, Meno, dan Air, Kabupaten Lombok Utara. Hingga dua hari pascaperang meletus pada Sabtu (28/2), belum ada laporan pembatalan kamar dari wisatawan mancanegara.
Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lalu Kusnawan menyebut kondisi di lapangan masih relatif normal. Para pelaku usaha perhotelan belum merasakan dampak langsung dari konflik tersebut, meski sejumlah penerbangan dari Eropa dan Timur Tengah dilaporkan tutup sementara.
“Belum ada pembatalan. Kalau kita lihat, memang belum ada dampak,” ujarnya, Minggu (1/3).
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat situasi tetap stabil adalah momentum low season yang tengah berlangsung. Saat ini, kunjungan wisatawan memang belum memasuki puncaknya. Wisatawan Eropa dan Australia umumnya mulai berdatangan menjelang libur Paskah yang jatuh pada pertengahan Maret.
Gili Trawangan, Meno, dan Air
Lalu menjelaskan, tingkat okupansi hotel di tiga gili saat ini rata-rata berada di angka 50 persen. Hunian tersebut didominasi wisatawan asing yang sudah berada di Indonesia dan melanjutkan perjalanan dari Bali. Sementara wisatawan domestik masih relatif rendah, seiring momentum bulan puasa.
“High season mulai pertengahan Maret. Jadi memang belum terasa,” katanya.
Meski demikian, pelaku usaha tetap waspada. Mereka menilai sektor pariwisata sangat sensitif terhadap isu keamanan dan gejolak global. Jika konflik berkepanjangan hingga memicu krisis ekonomi atau gangguan penerbangan internasional secara luas, dampaknya diyakini akan mulai terasa.
“Kalau berkepanjangan, pasti berpengaruh. Pariwisata ini sangat sensitif terhadap isu keamanan,” tegasnya.
Para pelaku usaha kini memilih mencermati perkembangan situasi global sambil berharap konflik segera mereda sebelum memasuki musim ramai. Mereka optimistis, selama kondisi tetap terkendali dan jalur penerbangan internasional kembali stabil, geliat pariwisata Gili masih bisa bertahan.
“Mudah-mudahan tidak berkepanjangan. Kalau sampai lama, kita juga game over,” tutupnya.















