Melampaui Target: DPRD KLU Pacu PAD Rp370 Miliar dengan Strategi Digital dan Ekstensifikasi

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ambisius namun realistis untuk Tahun Anggaran 2026, yakni sebesar Rp370 miliar. Angka ini menandai peningkatan signifikan sekitar Rp29 miliar dari target tahun 2025 yang sebelumnya sebesar Rp341 miliar.

Kebijakan peningkatan target ini bukanlah langkah spekulatif, melainkan didasarkan pada performa kinerja nyata dan potensi ekonomi daerah yang terus melejit, terutama dari sektor pariwisata. Wakil Ketua DPRD KLU, Hakamah, menyatakan bahwa penyesuaian ini mencerminkan kepercayaan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal yang solid.

banner 325x300

“Potensi kita memang ada dan sangat besar, terutama di sektor pariwisata kawasan Tiga Gili. Akhir tahun lalu pengunjung membeludak. Tidak hanya di kawasan Gili, destinasi wisata di wilayah daratan KLU juga semakin ramai dikunjungi,” ujar Hakamah.

Ia menjelaskan, geliat pariwisata memberikan dampak berantai yang positif, mulai dari peningkatan retribusi daerah, pajak hotel dan restoran, hingga sektor pendukung seperti transportasi dan jasa. Namun, di balik optimisme tersebut, DPRD KLU menyoroti adanya ruang perbaikan yang, jika ditangani, dapat melipatgandakan pendapatan.

Menariknya, Hakamah mengungkapkan bahwa potensi riil PAD KLU sesungguhnya jauh lebih besar, bahkan diperkirakan dapat mencapai angka fantastis hingga Rp700 miliar per tahun. Jarak antara target saat ini dan potensi maksimal tersebut mengindikasikan adanya celah (gap) dalam pengelolaan yang masih dapat dioptimalisasi.

“Ke depan, kita bisa menerapkan sistem berbasis teknologi, seperti e-tol atau sistem tiket elektronik terintegrasi, agar tidak ada kebocoran. Saat ini pintu masuk (kawasan wisata) masih banyak dan belum sepenuhnya terkontrol,” tegasnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi strategi baru yang diusung DPRD, yakni transisi menuju pengelolaan PAD berbasis teknologi digital. Fokusnya adalah pada penutupan celah kebocoran (leakage) melalui sistem terintegrasi yang memastikan setiap transaksi dan aktivitas ekonomi tercatat secara akurat dan real time.

Sementara itu, dari sisi eksekutif, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) KLU, Tri Darma Sudiana, membenarkan target baru tersebut dan menyambutnya dengan optimisme yang tinggi. Keyakinan ini ditopang oleh capaian gemilang pada tahun sebelumnya, di mana realisasi PAD 2025 berhasil melampaui target awal lebih dari 120 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa potensi PAD kita sangat besar jika dikelola dengan baik. Kami optimistis target PAD tahun 2026 bisa tercapai, bahkan melampaui target yang ditetapkan,” ungkap Tri Darma.

Ia menambahkan bahwa Bapenda telah dan akan terus memperkuat upaya intensifikasi (pendalaman sumber pendapatan yang ada) dan ekstensifikasi (pembukaan sumber pendapatan baru). Langkah konkretnya termasuk peningkatan pengawasan, optimalisasi pemungutan, serta percepatan adopsi teknologi digital untuk meminimalkan potensi kebocoran.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *