Mengubah Masalah Jadi Manfaat: Sampah Plastik Diolah Menjadi Paving Block Bernilai Guna

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv- Inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block bernilai guna yang dilakukan mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram di Desa Akar-akar, Kabupaten Lombok Utara, mulai menunjukkan dampak nyata bagi pengelolaan lingkungan desa. Program ini tidak hanya menekan volume sampah plastik, tetapi juga menghadirkan material bangunan ekonomis yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan infrastruktur lokal.

Melalui pemanfaatan fasilitas TPS3R Desa Akar-akar, sampah plastik yang sebelumnya berakhir dibakar atau ditimbun kini diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna jangka panjang. Inovasi ini menjadi contoh konkret bagaimana persoalan lingkungan dapat diubah menjadi solusi yang produktif bagi desa.

banner 325x300

Kepala Desa Akar-akar, Budi Setyo Santoso, menilai pengolahan sampah plastik menjadi paving block sebagai terobosan penting. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan kebutuhan desa akan sarana infrastruktur yang terjangkau, sekaligus menjawab persoalan penumpukan sampah yang selama ini menjadi tantangan.

Dukungan juga datang dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Lombok Utara. DLHK menilai inovasi ini memberikan kontribusi positif dalam upaya pengurangan sampah plastik dari sumbernya, sekaligus memperkuat peran TPS3R sebagai pusat pengolahan sampah yang produktif dan berkelanjutan.

Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan dinas teknis dinilai menjadi kunci keberhasilan program. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa produk paving block, tetapi juga pada perubahan pola pikir masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik.

Melalui kegiatan ini, masyarakat mulai melihat bahwa sampah plastik memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar. Ketertarikan warga untuk memilah sampah rumah tangga pun mulai tumbuh, seiring dengan contoh nyata hasil olahan yang dihasilkan di TPS3R desa.

Program pengolahan sampah plastik menjadi paving block ini diharapkan dapat terus berlanjut meski masa KKN berakhir. Pemerintah desa bersama DLHK Lombok Utara berharap inovasi ini menjadi fondasi awal bagi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Desa Akar-akar, menuju lingkungan yang lebih bersih dan mandiri.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *