Tanjungtv.com – Penurunan kunjungan wisatawan ke kawasan tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara (KLU) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 tidak membuat daerah lengah. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan memastikan destinasi unggulan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air tetap aman, nyaman, dan layak dikunjungi wisatawan.
Berdasarkan hasil koordinasi Dinas Pariwisata KLU dengan hotel-hotel melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Gili Hotel Association (GHA), kunjungan wisatawan selama Desember 2025 tercatat menurun sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresni Budi Astuti, mengatakan penurunan tersebut terjadi pada wisatawan mancanegara maupun domestik. Jika pada 20 Desember tahun lalu tingkat okupansi hotel sudah mencapai sekitar 80 persen, tahun ini di tanggal yang sama masih berada di kisaran 50 persen.
“Data ini kami peroleh dari metode random sampling sejumlah hotel besar, termasuk yang berada di kawasan sentral Gili Trawangan,” ujar Dende, Minggu (28/12).
Menurutnya, sejumlah faktor memengaruhi kondisi tersebut, mulai dari bencana alam di beberapa wilayah seperti Sumatra dan Bali, cuaca ekstrem hidrometeorologi, hingga perubahan pola musim yang berdampak pada perencanaan perjalanan wisatawan. Selain itu, imbauan untuk tidak merayakan tahun baru secara berlebihan juga berpengaruh terhadap mobilitas wisata masyarakat.
Meski demikian, Dende menegaskan bahwa kondisi keamanan dan kenyamanan kawasan wisata di KLU tetap terjaga. “Tiga Gili dan destinasi wisata darat di KLU pada dasarnya aman untuk dikunjungi. Kami berharap wisatawan tidak ragu dan tidak mengalihkan tujuan ke negara lain,” tegasnya.
Dari sisi pengamanan, Polres Lombok Utara memastikan pengawasan tetap dilakukan secara maksimal meskipun terjadi penurunan kunjungan. Kabag Ops Polres KLU AKP Fathoni menyebutkan, pihaknya tetap mengerahkan sekitar 80 personel selama periode Nataru.
Sebanyak 32 personel disiagakan selama 24 jam di Pelabuhan Bangsal, sementara 22 personel lainnya ditempatkan di kawasan Gili Trawangan. Pengamanan juga diperluas ke objek wisata darat, pusat perbelanjaan, terminal, hingga ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas.
“Kawasan wisata tetap memiliki potensi kerawanan, seperti pencopetan, premanisme, hingga tarif parkir tidak sesuai. Karena itu kami mengimbau wisatawan tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” ujar AKP Fathoni.
Selain pengamanan darat, kepolisian juga menaruh perhatian pada keselamatan pelayaran. Koordinasi intensif dilakukan dengan KSOP, Syahbandar, dan pengelola pelabuhan guna memastikan aktivitas penyeberangan sesuai standar keselamatan, termasuk pembatasan operasional kapal saat cuaca buruk.
“Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, kami tidak segan meminta kapal untuk tidak berlayar demi keselamatan penumpang,” tegasnya.
Polres juga rutin melakukan patroli dialogis di pasar tradisional, pusat keramaian, dan lokasi kegiatan masyarakat guna mencegah tindak kriminalitas serta memberikan rasa aman. Hingga saat ini, situasi kamtibmas di wilayah KLU terpantau aman dan kondusif tanpa kejadian menonjol.
Dengan kesiapan pengamanan dan koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab KLU berharap sektor pariwisata tetap bergerak meski memasuki periode low season pasca-Nataru. Pemerintah daerah optimistis, kepercayaan wisatawan terhadap keamanan dan kenyamanan tiga Gili akan tetap terjaga.















