Tanjungtv.com – Kasus kematian Nurul Izzati, santriwati Ponpes Al-Aziziyah Gunungsari, Lombok Barat, masih menyisakan teka-teki hampir setahun setelah kejadian. Remaja 13 tahun asal Ende, NTT, itu diduga menjadi korban penganiayaan pada Juni 2024, namun hingga kini penyebab pasti kematiannya belum terungkap.
Satreskrim Polresta Mataram terus berupaya mengumpulkan bukti, termasuk mencari keberadaan seorang saksi kunci—bibi dapur ponpes berinisial M. “Bibi dapur ini masih kita cari,” tegas Kasatreskrim AKP Regi Halili, Jumat (11/4). M disebut sebagai orang terakhir yang mendengar pengakuan Nurul sebelum dibawa ke Lombok Timur.
Informasi awal menyebut M kini bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Namun, polisi menduga ia masih berada di NTB. “Analisis kami, dia tidak ke luar negeri,” ujar Regi. Pencarian M menjadi krusial karena dialah yang menerima laporan Nurul tentang pemukulan oleh sesama santriwati sebelum korban koma dan akhirnya meninggal.
Sebelumnya, puluhan saksi telah diperiksa, termasuk tenaga medis, keluarga teman Nurul di Lombok Timur, pengurus ponpes, dan santriwati lain. Namun, minimnya bukti fisik dan ketiadaan identitas pelaku dari mulut korban sendiri membuat penyelidikan tersendat.
Ibu kandung Nurul sempat mengungkap bahwa putrinya mengaku dipukul sebelum koma. Sayangnya, Nurul tak sempat menyebut nama pelaku. Hasil autopsi di RS Bhayangkara menunjukkan luka di kepala dan mata kiri yang membengkak, diduga akibat benda tumpul.
Ponpes Al-Aziziyah mengklaim M telah ke luar negeri, tetapi polisi meyakini ada celah untuk menemukannya. Masyarakat pun menanti langkah progresif aparat agar kasus ini tidak tenggelam tanpa keadilan.
Nurul menghembuskan napas terakhir di RSUD dr. Raden Soedjono Selong, 29 Juni 2024, setelah sebelumnya dirawat di klinik dan puskesmas setempat. Kematiannya memantik perhatian publik, mengingat usia korban yang masih sangat muda dan lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman.
Upaya polisi untuk menghadirkan M sebagai saksi dinilai sebagai titik terang baru. Jika ditemukan, keterangannya bisa menjadi kunci pembuka tabir misteri yang menyelimuti kasus ini. Harapan keluarga dan publik kini tertuju pada keseriusan penegak hukum untuk mengungkap kebenaran.















