Motif Kembang Dangar, Simbol Warisan Leluhur yang Menghiasi Tenun Lombok Utara

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – kabupaten termuda di Nusa Tenggara Barat (NTB), telah melahirkan satu lagi kebanggaan budaya yang melekat erat pada warisan leluhur mereka: motif Kembang Dangar. Motif ini bukan sekadar pola biasa, melainkan sebuah simbol yang kaya akan sejarah, makna, dan keterhubungan mendalam dengan alam dan masyarakat Lombok Utara.

Pada tahun 2020, kabupaten ini secara resmi meluncurkan batik khas pertamanya yang menggunakan motif Kembang Dangar. Ini menandai sebuah era baru bagi pengembangan tekstil lokal, terutama kain tenun yang telah menjadi identitas kuat masyarakat Lombok Utara. Motif ini dengan cepat mendapatkan perhatian dan apresiasi luas, baik dari masyarakat lokal maupun pasar yang lebih luas.

banner 325x300

Sejarah Pohon Dangar: Warisan Alam dan Budaya Lombok Utara
Motif Kembang Dangar pertama kali diciptakan oleh Raden Prawangsa Jaya Ningrat, seorang budayawan muda asal Lombok Utara. Ia adalah sosok yang berhasil menggali dan mengangkat kembali nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam pohon Dangar, sebuah flora yang telah menjadi bagian dari lanskap alam Lombok Utara selama ratusan tahun.

Pohon Dangar, meskipun kini jumlahnya sudah sangat terbatas, bukanlah sekadar pohon biasa bagi masyarakat Lombok Utara. Di masa lampau, dangar digunakan sebagai alat navigasi oleh para nelayan lokal yang mencari jalan pulang setelah melaut. Selain itu, pohon ini juga dijadikan sebagai penanda batas wilayah, serta digunakan dalam ritual keagamaan dan kebudayaan untuk menandai makam leluhur dan raja-raja di wilayah tersebut.

Keberadaan pohon Dangar yang tersisa kini hanya ditemukan di sebelas titik, tersebar mulai dari Bayan di Lombok Utara hingga Mambalan di Lombok Barat. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada penemuan ilmiah terkait nama spesies dari pohon tersebut, membuatnya semakin misterius namun sarat makna bagi masyarakat setempat.

Raden Prawangsa pertama kali melihat kembang dari pohon Dangar mekar saat sedang melakukan penelitian budaya di Lombok Utara. Keindahan kembang ini begitu memikat hatinya, hingga ia merasa bahwa makna di baliknya layak diabadikan dalam bentuk seni. Kembang Dangar bukan hanya sekadar bunga biasa; ia mengandung simbolisme yang mendalam, menjadi representasi dari hubungan manusia dengan alam dan leluhur mereka.

Proses penciptaan motif ini tidak dilakukan sembarangan. Raden Prawangsa menghabiskan waktu yang cukup lama untuk melakukan kajian mendalam terkait sejarah dan simbolisme kembang Dangar. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa nilai-nilai tersebut benar-benar terserap dengan baik ke dalam desain motif kain batiknya. Hasilnya adalah motif yang elegan namun sarat makna, yang kini menghiasi berbagai produk tekstil seperti sapuk, jilbab, hingga kain batik lainnya.

Dengan diluncurkannya batik bermotif Kembang Dangar pada tahun 2020, tenun Lombok Utara telah mendapatkan tempat tersendiri di pasar tekstil lokal dan nasional. Motif ini mulai diminati oleh konsumen yang tidak hanya mencari keindahan visual, tetapi juga menghargai nilai budaya dan sejarah di balik setiap lembar kainnya.

Raden Prawangsa berharap agar motif Kembang Dangar tidak hanya menjadi tren sementara, tetapi juga menjadi identitas kuat yang bisa terus dibanggakan oleh masyarakat Lombok Utara. Baginya, pengembangan dan pelestarian budaya lokal tidak cukup hanya menjadi pembicaraan di berugak—tempat masyarakat berkumpul dan berdiskusi—melainkan harus diwujudkan dalam bentuk nyata yang dapat dilihat, dipakai, dan dibawa oleh masyarakat.

“Saya berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih, baik dari sisi pembinaan maupun permodalan, agar motif ini tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.

Selain memiliki nilai komersial yang tinggi, motif Kembang Dangar juga membawa misi pelestarian adat istiadat. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, penting bagi masyarakat lokal untuk mempertahankan identitas budaya mereka. Motif Kembang Dangar menjadi salah satu cara untuk melakukannya, dengan menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan estetika modern yang mampu menarik perhatian generasi muda.

Batik dengan motif Kembang Dangar juga telah digunakan dalam berbagai acara budaya dan formal, seperti perayaan adat, pernikahan, hingga upacara keagamaan. Kehadirannya memperkaya variasi motif batik di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Lombok Utara sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya.

Ke depan, ada banyak peluang untuk pengembangan lebih lanjut motif Kembang Dangar. Salah satunya adalah kolaborasi dengan desainer dan pengrajin tekstil dari luar daerah untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan semakin dikenalnya motif ini di luar NTB, harapan untuk mengangkat identitas Lombok Utara ke panggung nasional dan bahkan internasional bukanlah hal yang mustahil.

Selain itu, upaya konservasi pohon Dangar juga harus menjadi prioritas, mengingat pentingnya pohon ini dalam kehidupan budaya masyarakat Lombok Utara. Sebagai flora yang memiliki nilai sejarah tinggi, pelestariannya akan memastikan bahwa motif Kembang Dangar terus memiliki akar yang kuat dan tidak hanya menjadi sekadar motif visual, tetapi juga simbol dari warisan leluhur yang hidup.

Dalam wawancaranya, Raden Prawangsa menyatakan, “Pohon dangar bukan hanya flora biasa, tapi menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini, antara alam dan manusia. Melalui motif ini, kami berharap sejarah dan tradisi kami tetap hidup dan diteruskan ke generasi mendatang.”

Motif Kembang Dangar adalah lebih dari sekadar sebuah pola pada kain. Ia merupakan simbol warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai sejarah, keterhubungan dengan alam, dan identitas masyarakat Lombok Utara. Di tengah dinamika perkembangan zaman, motif ini menjadi cara bagi masyarakat setempat untuk mempertahankan identitas mereka, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan industri tekstil lokal. Dengan dukungan yang tepat, motif Kembang Dangar dapat menjadi kebanggaan Lombok Utara yang dikenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *