Tanjungtv.com – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-11 Tingkat Kabupaten Lombok Utara resmi ditutup pada Sabtu malam dengan penuh suka cita. Selain menobatkan Kecamatan Pemenang sebagai juara umum, para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar lokasi juga menjadi pihak yang turut merasakan berkah terbesar dari perhelatan yang berlangsung selama sepekan ini.
Sejak hari pertama pelaksanaan, Lapangan Menggala dan area sekitar majelis lomba tak pernah sepi pengunjung. Masyarakat yang datang menyaksikan lomba, kafilah, hingga pendamping peserta membuat omzet para PKL meningkat signifikan. Banyak dari mereka mengaku penjualan naik hingga dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.
Di sela penutupan, Wakil Bupati Lombok Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh kecamatan peserta sekaligus memberi motivasi bagi mereka yang belum berhasil meraih juara.
“Bagi yang belum mendapatkan juara, tetaplah berjuang dan terus berusaha. Kemenangan sejati bukan pada pialanya, tapi pada kesungguhan dan keistiqomahan dalam mempelajari Al-Qur’an,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-11 menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini berjalan sangat lancar berkat kolaborasi semua pihak. Mulai dari dewan hakim, aparat keamanan, pemerintah desa, hingga masyarakat yang menerima para kafilah dengan tangan terbuka.
“Selama pelaksanaan tidak ada kendala yang berarti. Hal-hal lain Alhamdulillah bisa kami atasi dengan kesigapan teman-teman panitia. Kami juga berterima kasih kepada dewan hakim, warga sekitar, dan seluruh pihak yang mendukung sehingga MTQ ini berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Ia juga menyebut, keberadaan PKL di area kegiatan menjadi bagian penting dari hidupnya suasana MTQ. Kehadiran mereka bukan hanya memenuhi kebutuhan makanan dan minuman para pengunjung, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat setempat.
Dengan berakhirnya MTQ dan Pemenang ditetapkan sebagai juara umum, perhelatan tahun ini tak hanya berhasil dari sisi syiar Al-Qur’an, tetapi juga meninggalkan dampak ekonomi yang nyata bagi PKL dan warga sekitar. Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus memprioritaskan pemberdayaan ekonomi lokal di masa mendatang.















