Najmul Akhyar Ubah Wajah Tanjung, Pedagang Tetap Berjualan di Pusat Kota!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, memastikan bahwa pembangunan alun-alun Kota Tanjung tidak akan mengorbankan para pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya di Lapangan Tanjung. Di tengah kekhawatiran sejumlah pihak, Najmul menegaskan komitmennya untuk mengakomodasi semua kepentingan, memastikan bahwa perubahan ini bukan sekadar proyek estetika, melainkan langkah besar dalam menata pusat kota tanpa merampas mata pencaharian rakyat kecil.

BACA JUGA : Ratusan Hektare Sawah di Tanjung dan Gangga Terkunci Selamanya! Pemda KLU Bergerak Cepat!

banner 325x300

Rencana besar ini bukan hanya sekadar janji. Pemerintah daerah sudah mulai mengkaji relokasi pedagang agar tetap bisa berjualan selama proses pembangunan berlangsung. Bahkan, opsi pemindahan sementara ke area rumah sakit RSUD Tanjung mulai disiapkan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa gangguan. Namun, setelah alun-alun berdiri, aturan akan lebih ketat. Tidak boleh ada gerobak yang ditinggalkan begitu saja, tidak boleh ada lapak liar yang merusak wajah kota. Najmul menegaskan, alun-alun ini bukan sekadar taman, tapi simbol perubahan dan penataan ruang yang lebih tertib.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM) KLU, Haris Nurdin, yang menyebutkan bahwa seluruh pedagang sedang didata secara menyeluruh. Data ini akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk memastikan semua mendapat tempat yang layak, tanpa ada pihak yang merasa dipinggirkan. Pedagang gerobak akan tetap diberikan ruang di area barat lapangan, tapi harus mematuhi aturan baru yang lebih terstruktur. Pada jam kerja, kawasan itu harus bersih dari aktivitas jualan, dan hanya diizinkan beroperasi setelah jam kantor selesai.

Pembangunan alun-alun ini kini memasuki tahap lelang dengan anggaran awal Rp 5,8 miliar. Namun, target penyelesaian pada 2025 berpotensi menambah biaya hingga Rp 18 miliar melalui mekanisme pergeseran anggaran. Kepala Dinas PUPRKP KLU, Kahar Rizal, memastikan bahwa proyek ini tidak akan dikerjakan setengah-setengah. Pemerintah menegaskan bahwa proyek ini harus menjadi simbol perubahan wajah Kota Tanjung, bukan sekadar pembangunan asal jadi.

Dengan konsep baru yang lebih tertata, Najmul Akhyar ingin membuktikan bahwa pembangunan tidak harus mengorbankan rakyat kecil. Pedagang tetap bisa berjualan, tapi dengan sistem yang lebih baik. Kota Tanjung akan berubah, bukan hanya lebih indah, tapi juga lebih manusiawi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *