Tanjungtv.com – Komisi II DPRD NTB mulai mempercepat realisasi pembangunan cold storage setelah mendapat dukungan penuh dari asosiasi pelaku usaha perikanan. Fasilitas ini disebut bisa menyedot pendapatan tambahan hingga Rp300 miliar per tahun bagi daerah, sekaligus mengoptimalkan potensi udang NTB yang mencapai 150 ribu ton per tahun.
BACA JUGA : Lalu Hadrian Irfani Tantang Kader PKB NTB, Bukan Hanya Pengusung, Tapi Petarung Sejati di Pilkada 2030!
Megawati Lestari, Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB, menegaskan dukungan penuh dewan untuk proyek strategis ini. “Kami sangat mendukung. NTB punya potensi budidaya kelautan besar, sayang kalau tidak dimaksimalkan hanya karena kurang fasilitas,” ujarnya. Saat ini, udang NTB harus dikirim ke luar daerah untuk penyimpanan sebelum ekspor, menyebabkan kebocoran pendapatan yang seharusnya bisa dinikmati lokal.
Politisi Golkar itu meminta Dinas Perikanan dan Kelautan segera menyiapkan kajian teknis, termasuk kebutuhan anggaran. “Kami siap memperjuangkan alokasi dana. Ini untuk kebaikan NTB,” tegas Mega. Komisi II juga akan menggelar rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk mematangkan rencana.
Dukungan datang pula dari Anggota Komisi III DPRD NTB, Akhdiansyah. Ia menyebut potensi PAD Rp300 miliar dari cold storage sangat realistis. “Sewa cold storage bisa mencapai Rp500 juta per bulan. Jika kita miliki sendiri, pendapatan bisa kembali ke daerah,” jelasnya. Namun, ia mengingatkan perlunya kajian mendalam untuk memastikan anggaran yang dibutuhkan.
Para pengusaha perikanan NTB menyambut antusias langkah DPRD ini. Mereka yakin cold storage akan menekan biaya logistik dan memperkuat daya saing ekspor. “Selama ini kami terbebani biaya penyimpanan di luar daerah. Jika ada di NTB, efisiensi akan meningkat signifikan,” kata salah satu perwakilan asosiasi.
Jika terealisasi, cold storage ini akan menjadi lompatan besar bagi sektor perikanan NTB. Selain meningkatkan PAD, proyek ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. DPRD berjanji akan memastikan prosesnya berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Target kami, NTB tidak lagi tergantung pada daerah lain. Kita punya sumber daya, tinggal lengkapi infrastrukturnya,” pungkas Megawati.















