Tanjungtv.com – Gubernur NTB, H. Lalu Muhammad Iqbal, resmi membuka Rapat Koordinasi Panitia Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di Hotel Lombok Raya, Sabtu (31/5). Acara yang berlangsung hingga malam hari ini menjadi sinyal kuat kesiapan NTB menyambut hajatan olahraga terbesar yang digadang-gadang bakal mengundang perhatian dunia.
Fornas VIII direncanakan digelar pada 26 Juli hingga 1 Agustus mendatang. Namun, yang membuatnya istimewa, ajang ini tidak hanya sekadar pertandingan olahraga biasa. Pemerintah Provinsi NTB berambisi menjadikannya sebagai panggung internasional dengan melibatkan peserta dari negara-negara ASEAN.
“Ini bukan sekadar festival olahraga nasional, tapi kita siap membawanya ke level global. Ada olahraga tradisional, cabang nasional, bahkan eksibisi dengan partisipan dari luar negeri,” tegas Gubernur Iqbal dengan penuh semangat.
Fornas VIII menjadi bagian dari rangkaian program strategis NTB di bawah kepemimpinan Iqbal-Dinda untuk memantapkan posisi provinsi ini sebagai tuan rumah event-event bertaraf internasional. Setelah sukses dengan Gastrodiplomacy Series, Paragliding, dan persiapan MotoGP, kini giliran Fornas yang akan menunjukkan bahwa NTB adalah destinasi utama event olahraga dunia.
“Kami ingin dunia tahu, NTB bukan hanya punya alam yang memesona, tapi juga kapasitas untuk menyelenggarakan acara besar dengan dampak luar biasa bagi ekonomi, budaya, dan pariwisata,” tambahnya.
Dengan waktu persiapan yang tersisa hanya dua bulan, panitia pelaksana yang dipimpin Project Manager Nasional, Andika Monoarfa, bekerja ekstra keras mengejar ketertinggalan. “Kami harus bergerak cepat, tapi tetap memastikan semua detail terencana dengan matang,” ujar Andika.
Ketua Kormida NTB, Naufal Farinduan, juga menegaskan kesiapan timnya. “Kami punya pengalaman menggelar event besar, tapi tantangan Fornas VIII berbeda. Ini adalah kesempatan emas untuk membawa nama NTB lebih tinggi lagi,” ungkapnya.
Dengan semangat kolaborasi dan optimisme tinggi, NTB siap menorehkan sejarah baru sebagai tuan rumah Fornas VIII yang tidak hanya meriah, tetapi juga meninggalkan warisan positif bagi masyarakat dan dunia olahraga Indonesia.















