Tanjungtv.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah mempersiapkan langkah besar untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayahnya. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemprov NTB mengusulkan perbaikan lima ruas jalan dan jembatan dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2026.
Kepala Dinas PUPR NTB, Sadimin, menjelaskan bahwa sejumlah ruas jalan dan jembatan di bawah kewenangan provinsi membutuhkan penanganan segera. Salah satu yang menjadi prioritas adalah Jalan Raya Lembar dan Jembatan Bakong di Desa Kebon Ayu, Lombok Barat.
Beberapa waktu lalu, Sadimin bersama anggota DPR RI telah meninjau langsung kondisi Jembatan Bakong. “Kami sudah mengusulkan perbaikan jembatan ini ke pusat melalui APBN karena kapasitas fiskal kami terbatas,” ujarnya.
Dibutuhkan anggaran sekitar Rp 50 miliar untuk membangun ulang Jembatan Bakong yang memiliki panjang sekitar 100 meter. Selain itu, Pemprov NTB juga mengusulkan perbaikan sejumlah ruas jalan lain, termasuk jalan tembusan Sembalun-Kayangan yang saat ini masih berstatus jalan provinsi.
“Jembatan Konca yang terdampak banjir dan mengalami kemiringan juga masuk dalam daftar prioritas. Begitu pula jalan di Desa Kebon Ayu sepanjang 4 kilometer yang kondisinya rusak parah,” jelas Sadimin.
Secara total, Pemprov NTB mengusulkan anggaran sebesar Rp 90 miliar untuk perbaikan lima ruas jalan dan Rp 50 miliar untuk jembatan. Jika digabung, total kebutuhan dana mencapai Rp 130 miliar.
Saat ini, tim teknis tengah menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) agar usulan tersebut bisa diajukan pada 2026. “Kami berharap dengan adanya perbaikan ini, konektivitas dan perekonomian masyarakat NTB semakin lancar,” pungkas Sadimin.
Langkah ini menjadi sinyal positif bagi warga NTB, terutama di daerah yang selama ini terbebani oleh infrastruktur yang kurang memadai. Jika terealisasi, program ini akan menjadi terobosan besar bagi pembangunan di NTB.















