Tanjungtv.com — Polres Lombok Utara resmi menggelar Operasi Keselamatan Rinjani 2026 sebagai upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Kegiatan ini diawali dengan apel gelar pasukan di Lapangan Tantya Sudhirajati, Senin (2/2), yang dipimpin Wakapolres Lombok Utara Kompol Adhika dan diikuti unsur TNI serta pemangku kepentingan terkait.
Operasi ini tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga menekankan edukasi dan pencegahan kecelakaan, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam amanat Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta yang dibacakan Wakapolres, disampaikan bahwa dinamika lalu lintas semakin kompleks seiring pertumbuhan jumlah kendaraan, penduduk, dan layanan transportasi berbasis digital. Kondisi ini menuntut peningkatan profesionalisme aparat serta peran aktif masyarakat dalam menciptakan keselamatan di jalan.
Data kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 menjadi perhatian serius. Berdasarkan catatan IRSMS Ditlantas Polda NTB, tercatat 2.392 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia mencapai 350 orang. Angka tersebut meningkat 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, 328 orang mengalami luka berat dan 2.972 orang luka ringan.
“Lalu lintas adalah cerminan budaya dan tingkat modernitas suatu daerah. Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama,” tegas Kapolres dalam amanatnya.
Operasi Keselamatan Rinjani 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Polri mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum yang humanis.
Melalui operasi ini, Polres Lombok Utara berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan dan keamanan serta kenyamanan di jalan raya dapat terwujud.















