Operasi Zebra 2025 di KLU Fokus pada Penajaman Sasaran, Kolaborasi Lintas Instansi Diperkuat

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Pelaksanaan Operasi Zebra Rinjani 2025 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi dimulai dengan apel gelar pasukan di Mapolres setempat, Senin (17/11). Berbeda dari tahun sebelumnya, Polres KLU kini menitikberatkan operasi pada penajaman sasaran dan kolaborasi lintas instansi untuk menekan angka kecelakaan yang terus meningkat.

Kapolres KLU, AKBP Agus Purwanta, menyampaikan bahwa strategi Operasi Zebra tahun ini tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pendekatan yang lebih terarah berbasis data. “Kami melihat ada lonjakan signifikan pada kecelakaan lalu lintas tahun 2024. Ini menjadi dasar perlunya strategi yang lebih presisi,” ujarnya.

banner 325x300

Data Polres KLU menunjukkan terjadi 37 kasus kecelakaan atau naik 37 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah korban meninggal meningkat 125 persen, sementara korban luka ringan juga naik 60 persen. Kondisi ini, kata Agus, menuntut adanya prioritas yang lebih tajam dalam menentukan jenis pelanggaran yang perlu ditindak.

Lima pelanggaran utama yang menjadi fokus Operasi Zebra 2025 meliputi pengendara tanpa helm SNI, melawan arus, tidak dapat menunjukkan SIM dan STNK, penggunaan ponsel saat berkendara, serta kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Selain penindakan, Polres KLU mengedepankan pendekatan preventif melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Imbauan tertib lalu lintas digencarkan untuk meningkatkan kesadaran, yang menurut Agus, merupakan fondasi penting dalam menekan pelanggaran.

Operasi yang berlangsung 14 hari, mulai 17–30 November 2025, ini juga melibatkan berbagai instansi. Di antaranya Kodim 1606/Mataram, Dinas Perhubungan KLU, Brimob Kompi C, serta sejumlah satuan dari internal Polres KLU. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas operasi di lapangan.

“Kami berharap melalui sinergi lintas instansi, disiplin berlalu lintas masyarakat semakin meningkat dan angka kecelakaan dapat ditekan. Tujuan akhirnya tetap satu: keselamatan masyarakat di jalan raya,” tutup Agus.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *