Tanjungtv.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menunjukkan taringnya dalam mengamankan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan target yang nyaris mustahil, Bapenda KLU berhasil menagih piutang pajak daerah senilai Rp 4 miliar. Jumlah tersebut merupakan hasil penagihan pajak dari hotel dan restoran yang sebelumnya sempat menunggak hingga Rp 5 miliar.
Kabid Pendapatan pada Bapenda KLU, Andita Nopitasari, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari kerjasama solid dengan aparat penegak hukum, mulai dari Kejaksaan Negeri Mataram hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Dengan adanya keterlibatan aparat hukum, para wajib pajak mulai tertib membayar,” ungkapnya, Kamis (17/10). Selain itu, sistem pembayaran pajak yang kini sudah bisa dilakukan secara online juga mendukung kelancaran penagihan ini.
Sebelumnya, terdapat dua hotel besar di KLU yang memiliki tunggakan pajak dalam jumlah signifikan. Namun, setelah berbagai upaya dan pendekatan hukum, kedua hotel tersebut mulai mencicil tunggakan mereka, dengan target penyelesaian hingga tahun depan. “Kemarin yang nunggak sekitar Rp 5 miliar, dan sudah tertagih sekitar Rp 4 miliar. Sisanya yang belum kami tagih akan kami kejar sampai tuntas,” tegas Andita.
Tak hanya dua hotel besar, Andita juga menyebutkan bahwa ada beberapa hotel dan restoran lain dengan tunggakan yang tidak sebesar itu. Meskipun demikian, Bapenda tetap berkomitmen untuk menagih dan memastikan semua wajib pajak melunasi kewajiban mereka tahun ini.
Keberhasilan ini disambut baik oleh pihak Bapenda, yang memberikan apresiasi kepada para wajib pajak yang menunjukkan iktikad baik dalam melaksanakan kewajiban mereka. “Dengan kontribusi mereka ini, kami bisa mencapai target PAD yang saat ini sudah berada di angka 90,34 persen,” jelasnya.
Namun, perjalanan menuju target ini tidaklah mudah. Sebelumnya, Bapenda KLU sempat pesimis terkait pemenuhan target PAD tahun ini. Berbagai hambatan, mulai dari permasalahan air di Gili Trawangan dan Gili Meno hingga status konservasi yang membatasi pembangunan hotel dan restoran baru, sempat mengancam capaian PAD. “Tapi alhamdulillah, realisasi PAD pada Agustus dan September sangat baik, melebihi ekspektasi kami,” tambah Andita dengan optimis.
Melihat capaian yang memuaskan ini, Andita menyebut bahwa pihaknya kini optimis target PAD tahun depan akan naik 10 persen, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Pariwisata di KLU sudah mulai bangkit, jadi kami tidak khawatir menaikkan target PAD,” ucapnya.
Berbeda dengan beberapa tahun lalu, di mana bencana gempa bumi dan pandemi COVID-19 membuat sektor pariwisata di KLU terpuruk. Banyak pengusaha yang gulung tikar, dan PAD KLU pun anjlok. “Namun sejak akhir 2022, kondisinya perlahan mulai membaik. Semoga tidak ada lagi bencana alam maupun non-alam, sehingga PAD kita terus meningkat di masa depan,” pungkas Andita dengan penuh harap.
Keberhasilan Bapenda KLU ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi di Lombok Utara, terutama sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung PAD KLU. Jika tren positif ini terus berlanjut, KLU dipastikan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Indonesia.















