Panen Cabai Rawit di Akar Akar, Strategi Taktis Lombok Utara Redam Gejolak Inflasi Ramadan

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Upaya pengendalian inflasi pangan di Kabupaten Lombok Utara tak lagi sekadar wacana koordinasi di meja rapat. Menjelang Ramadan, sinergi konkret diwujudkan melalui kegiatan panen cabai rawit di Desa Akar Akar, Kecamatan Bayan, Kamis (27/2/2026).

Kegiatan ini mempertemukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam satu langkah strategis menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya komoditas cabai rawit yang selama ini dikenal memiliki andil besar terhadap inflasi daerah.

banner 325x300

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BI NTB Hario K. Pamungkas, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara Tresnahadi yang mewakili Bupati Lombok Utara. Unsur pemerintah kecamatan dan desa setempat juga turut menyaksikan langsung panen di lahan produktif milik petani.

Berbeda dari sekadar seremoni, panen ini menjadi bagian dari strategi antisipatif menghadapi lonjakan permintaan selama hari besar keagamaan. Ramadan kerap menjadi momentum naiknya harga cabai akibat tingginya konsumsi dan belum sinkronnya waktu panen antarwilayah.

Hario K. Pamungkas menegaskan, kesinambungan produksi dan kelancaran distribusi merupakan kunci utama menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Pada periode hari besar keagamaan, tekanan harga sering terjadi akibat lonjakan permintaan dan perbedaan waktu panen antarwilayah. Karena itu, produksi yang berkelanjutan dan distribusi yang lancar harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Panen dilakukan di atas lahan 5,5 hektare dari total 40 hektare yang dikelola, salah satunya oleh Kelompok Tani Beriuk Geger. Poktan yang berdiri sejak tahun 2000 tersebut kini beranggotakan 41 petani dengan produktivitas rata-rata 2–3 ton per hektare.

Dengan dukungan kelembagaan resmi dari dinas terkait serta tata kelola yang terstruktur, Poktan Beriuk Geger berkembang menjadi salah satu sentra produksi cabai unggulan di Lombok Utara. Pada kesempatan itu, BI NTB juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian secara simbolis guna meningkatkan produktivitas hortikultura.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kabupaten Lombok Utara Tresnahadi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor hortikultura melalui penyaluran bibit dan benih, pendampingan teknis, serta penguatan sarana produksi.

Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendongkrak produktivitas petani, tetapi juga mendukung agenda ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas inflasi daerah.

“Hasil panen cabai dari Poktan Beriuk Geger diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Lombok Utara, tetapi juga menyokong pasokan ke wilayah lain di NTB yang mengalami tekanan harga,” harapnya.

Dengan pola kolaborasi seperti ini, pengendalian inflasi di Lombok Utara kini tak lagi bersifat reaktif, melainkan bergerak pada pendekatan preventif berbasis produksi. Panen cabai rawit di Akar Akar menjadi bukti bahwa stabilitas harga dapat dimulai dari lahan pertanian.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *