Tanjungtv.com – Pelantikan Sahabuddin sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Selasa (16/9), tidak sekadar seremonial pergantian jabatan. Bupati KLU Najmul Akhyar menjadikan momen ini sebagai panggung untuk menegaskan kembali pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN) dan filosofi kepemimpinan yang kuat dalam birokrasi.
Dalam sambutannya, Najmul menekankan dua prinsip fundamental yang harus menjadi pedoman bagi pejabat maupun ASN, yakni Quduah (keteladanan kepemimpinan) dan Nizom (sistem). Menurutnya, kepemimpinan tanpa sistem yang baik hanya akan berjalan timpang, sementara sistem tanpa ketegasan pemimpin tak akan efektif.
BACA JUGA : Lima Personel Polres KLU Raih Penghargaan, Loyalitas, Kinerja, dan Inovasi Jadi Ukuran
“Seorang pemimpin yang baik harus mampu menggerakkan sistem yang ada. Sebaliknya, sistem yang baik akan mendukung efektivitas kepemimpinan,” tegas Najmul.
Lebih jauh, ia menyoroti persoalan kedisiplinan ASN yang kerap dianggap sepele, namun justru menjadi cerminan kualitas birokrasi. Najmul menyebut masih ada oknum pejabat yang melakukan manipulasi absensi—nama sudah tercatat hadir sejak pagi, namun kendaraan dinas baru tiba berjam-jam kemudian.
“Ini quduah yang tidak baik. Bagaimana seorang pimpinan bisa menegakkan disiplin pada bawahannya, kalau ia sendiri abai terhadap keteladanan?” ujarnya lantang.
Najmul menekankan, kehadiran tepat waktu dan integritas aparatur adalah bentuk nyata mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Dengan gaya tegas, ia menolak alasan-alasan klasik seperti urusan rumah tangga dijadikan pembenar untuk terlambat bekerja.
Sementara itu, Penjabat Sekda Sahabuddin menyatakan siap menjalankan amanah dan arahan bupati. Ia berkomitmen menjadikan kepemimpinan yang memberi contoh dan sistem kerja yang transparan sebagai prioritas. “Ketika sistem sudah bagus tapi kepemimpinan kurang, maka silakan diingatkan. Prinsip quduah dan nizom akan kami jalankan,” katanya.
Pelantikan ini dihadiri Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta tamu undangan. Namun lebih dari sekadar acara formal, momentum ini menggarisbawahi pesan Najmul bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar aturan tertulis, melainkan praktik keteladanan sehari-hari dari pucuk pimpinan hingga level staf terbawah.















